Recent Posts

Jumat, 15 Januari 2010

..:Maroon 5 - Goodnight Goodnight:..

You left me hanging from a thread we once swung from together
I’ve lick my wounds but I can’t ever see them getting better
Something’s gotta change
Things cannot stay the same

Her hair was pressed against her face, her eyes were red with anger
Enraged by things unsaid and empty beds and bad behavior
Something’s gotta change
It must be rearranged, oh

I’m sorry, I did not mean to hurt my little girl
It's beyond me, I cannot carry the weight of the heavy world
So goodnight, goodnight, goodnight, goodnightGoodnight, goodnight, goodnight, goodnight
Goodnight, hope that things work out all right, yeah
Whoa

The room was silent as we all tried so hard to remember
The way it feels to be alive
The day that he first met her
Something’s gotta change
Things cannot stay the same


You make me think of someone wonderful, but I can’t place her

I wake up every morning wishing one more time to face her
Something’s gotta change
It must be rearranged, oh

I’m sorry, I did not mean to hurt my little girlI
t's beyond me, I cannot carry the weight of a heavy world
So goodnight, goodnight, goodnight, goodnightGoodnight, goodnight, goodnight, goodnight
Goodnight, hope that things work out all right

So much to love
So much to learn
But I won’t be there to teach you, oh
I know I can be close
But I try my best to reach you

I’m so sorry, I did not mean to hurt my little girl
It's beyond me, I cannot carry the weight of a heavy world
So goodnight, goodnight, goodnight, goodnightGoodnight, goodnight, goodnight, goodnightGoodnight, goodnight, goodnight, goodnight
Goodnight, hope that things work out all right, yeah
Whoa, oh…Yeah

Kamis, 14 Januari 2010

"HEPiii HOLIDAY"

AKHIRNYA!
SELESAI JUGA SEMESTERAN!

Walaupun tadi, kimia organik ancur lebur ngisinya. Sumpah sama sekali nggak ada yang tau. Untung saja salah satu dosen kami ada yang mengerti, dan menyuruh kami mengerjakan soal itu dirumah harus rapi. ”OKE BUK” semangat 45 kami keluar deh. Sedikit dapat bernafas.

Oke deh met liburan aja buat seluruh anak tekim 09 unsri extensi palembang.

Nb: masuknya kapan ya??? hahahahahhahahhahah

Senin, 11 Januari 2010

..: HDROCARBON REFRIGERANT:.. tugas kimia organik parktek 1 teknik kimia extensi 2009

HYDROCARBON REFRIGERANT
PENDAHULUAN
Kebutuhan akan sumber-sumber alam yang ramah lingkungan sekaligus efisiensi energi pada saat ini mendorong berbagai pihak untuk mencari alternatif dalam bidang konversi energi. Hal ini juga dipengaruhi oleh makin berkembangnya permasalahan lingkungan saat ini diantaranya isu pemanasan global (Global Warming), penipisan lapisan ozon (Ozon Depleting) dan pemborosan energi yang menjadi fokus dari permasalahan lingkungan.
Bahan pendingin sintetik yang juga turut menyumbang dalam permasalahan-permasalahan lingkungan tersebut dinilai sudah tidak layak dipergunakan lagi dalam kehidupan manusia. Sehingga perlu adanya suatu penggantian bagi bahan tersebut. Hydrocarbon refrigerant atau natural refrigerant saat ini dinilai sebagai alternatif terbaik bagi solusi untuk permasalahan bahan pendingin tersebut. Dengan kandungan pencampuran antara propane dan butane yang sesuai hydrocarbon memiliki berbagai macam keunggulan sebagai drop-in-subtitute yang kompatibel dengan semua jenis sistem pendingin yang ada saat ini. Kelebihan lain yang dimiliki oleh hydrocarbon refrigerant adalah sifat termodinamika-nya yang mampu menciptakan efisiensi energi secara luar biasa yang tidak dimiliki oleh refrigerant sintetik dan kemampuannya untuk menggantikan volume refrigerant sintetik dengan jumlah yang lebih sedikit sehingga mencipatakan efisiensi dalam instalasi serta tentunya ramah lingkungan yang dikarenakan tidak berdampak negatif bagi lapisan ozon atmosfir maupun pemanasan global.

SO2, NH3 dan hidrokarbon telah lama digunakan sebagai refrigeran untuk mesin pendingin, tetapi refrigeran tersebut masih dipandang masih mempunyai kelemahan, antara lain beracun dan mudah terbakar. Tahun 1930 diperkenalkan refrigeran CFC untuk mengatasi masalah racun dan kemudahan terbakar yang dipunyai oleh refrigeran alami. Sejak saat itu produk refrigeran CFC sangat berkembang pesat dan hampir menguasai kebutuhan refrigeran. Perkembangan penggunaan CFC mulai dievaluasi setelah diduga CFC menyebabkan perusakan ozon. Melalui Vienna Convention (Maret 1985) dan Montreal Protocol (September 1985) penggunaan CFC dibatasi [4]. R-12 sebagai refrigeran sangat umum digunakan di Indonesia, sehingga dengan dibatasi penggunaan refrigeran menyebabkan masalah terhadap mesin pendingin yang telah terlanjur
menggunakan R-12 sebagai refrigeran. Mesin pendingin yang menggunakan R-12 umumnya adalah lemari es dan mesin pendingin untuk mobil (AC mobil). Di Indonesia
refrigeran campuran propana dan n-butana dapat mengganti R-12 secara langsung tanpa harus mengganti komponen mesin pendingin yang lain (drop-insubtitute).Komponen mesin pendingin yang paling penting adalah kompresor. Kompresor untuk lemari pendingin umumnya dari tipe hermetik kompresor. Penggunaan refrijeran campuran ini akan mempengaruhi penggunaan pelumas pada kompresor. Refrijeran ini tidak mengandung unsur chlorine, sehingga tidak mempunyai kemampuan untuk pelumasan [4]. Minyak pelumas untuk kompresor ini sudah terintegrasi dengan kompresor tersebut, sehingga penggantian refrigeran dari R-12 ke refrigeran PNB perlu dikaji kecocokan bagian kompresor terhadap minyak pelumas dan refrigeran yang digunakan. Penelitian ini akan menguji perubahan viskositas minyak pelumas, kandungan logam minyak pelumas,
keasaman minyak pelumas dan titik nyala minyak pelumas [3].
PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
Kekhawatiran pengrusakan lingkungan hidup akibat refrigeran halokarbon yang turut andil dalam proses penipisan lapisan ozon, sehingga radiasi sinar ultra violet sinar matahari tidak tersaring, telah menjadi isu internasional.
Dampak radiasi ultraviolet yang berlebih bagi kehi-dupan dimuka bumi telah banyak dipublikasikan, karena sangat berpengaruh, seperti mengubah struktur genetika,menggangu pertumbuhan tanaman, merusak mata (katarak), kanker kulit, menurunkan kekebalan tubuh, menggangu iklim dan mempercepat kerusakan bahan alam maupun sintetik, mulai dari kayu, karet, sampai sejenis plastik.
Keseriusan masyarakat internasional untuk mela-kukan penghapusan atas bahan yang berpotensi merusak lingkjungan sperti bahan yang tergolong CFC (Chloro Fluoro Carbon) telah dicetuskan melalui kesepakatan internasional yang dikenal dengan Protocol Montreal (1987) dan pemerintah Indonesia telah meratifikasikannya melalui Keppres RI No. 23 tahun 1992. Pemerintah telah sepakat untuk paling lambat tahun 2007 secara tegas melarang peng-gunaan dan peredaran CFC sebagai media pendingin.
Refrigeran sintetik dan hidrokarbon mengandung unsur-unsur yang memiliki parameter index yang mempengaruhi linkungan seperti ditunjukan pada Tabel-1.

Tabel-1 : Parameter Lingkungan Refrigeran
No
Parameter
R-12
R-22
R-134
HC
1
Ozon Depletion Potential (ODP)
1,0
0,06
0
0
2
Global Warming Potential (GWP)
1500
510
420
3
3
Atsmosfer Life Time (ALT)
130
15
16
<1
PENGHEMATAN ENERGI
Perhatian global dewasa ini sebagai pengaruh pemakaian refrigeran, tidak hanya masalah kerusakan ozon (ODP) dan efek pemanasan permukaan bumi (GWP), tetapi juga mencakup pada masalah efisiensi energi. Bersamaan dengan ODP dan GWP juga diupayakan alternatif pengganti refrigeran halo-karbon yang dapat meningkatkan penghematan energi.
Telah diketahui bahwa pemborosan energi dengan meningkatnya pembangunan pembangkit tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik,peningkatan pemakaian bahan bakar minyak, secara signifikan memberikan kontribusi pada peningkatan pemanasan bumi melalui efek rumah kaca. Kepedulian masayarakat internasional akan hal tersebut diatas, diwujudkan dalam bentuk mengkampanyekan bahwa ODP, GWP dan enegy effeciency merupakan kesatuan paket yang harus diperhatikan dalam pemilihan refrigeran pada mesin pendingin. Kondisi tersebut diatas dapat dipenuhi oleh refrigeran yang tergolong dalam kelompok Hidrokarbon seperti MUSICOOL.
PENGGANTI FREON
Pada tahun 1985-1988 dipublikasikan tentang ditemukannya fenomena perusakan lapisan ozon yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan freon (refrigerant) R12 pada sistem AC Mobil. Dari sini berkembang untuk mengatur penggunaan dan jadwal produksinya sehingga semaksimal mungkin tidak lagi menggunakan freon R12 pada mobil-mobil yang diproduksi sejak 1989, maka dibuatlah freon pengganti R12 tadi, yaitu R134a dengan tetap memiliki sifat yang sama dengan R12 yaitu antara lain :
Merupakan senyawa kimia utama yang stabil untuk membawa panas dan tidak mudah terbakar.
Memiliki karakteristik tidak berbau, tidak berwarna dan tidak bersifat korosif juga tidak beracun.
Pada freon R134a dibuat agar seminimal mungkin tidak menipiskan lapisan ozon
Untuk karakter ukuran Molekul nya :

FREON R12
R12 : Karakter Molekul R12 (CCI2F2), diameter = 4,4Å

FREON R134a
R134a : Karakter Molekul R134a (HC2HCF3), diameter = 4,2Å
jadi akan terlihat perbedaan karakter molekul R134a yang lebih kecil dibanding R12.
Sehingga spareparts yang digunakan juga akan mengalami penyesuaian bentuk, ukuran dan ciri-ciri yang dimiliki Freon R134a.
Pilihan para ahli pada refrigeran hidrokarbon bukanlah hal baru. Hidrokarbon sebagai refrigeran telah dikenal sejak tahun 1920-an, bahkan ilmuwan kelas dunia Albert Einstein (1926) menyebutkan bahwa hidrokarbon adalah rajanya refrigeran dalam sistem refrigerasi.
Sintetis Refrigerant, seperti :
· Chloro Fluoro Carbon, dikenal dengan CFC
· Hydro Chloro Fluoro Carbon, dikenal dengan HCFC
· Hydro Fluoro Carbon, dikenal dengan HFC
yang di Indonesia lebih familiar dengan nama Freon. Freon sudah diaplikasikan di Indonesia selama lebih dari 70 tahun. Yang ternyata kemudian ditemukan bahwa dari ketiga jenis gas ini mempunyai kelemahan, baik secara teknik, lingkungan dan ekonomi, dan yang paling penting dari semua itu, refrigeran sintetic sangat membahayakan mahluk hidup baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
Pemerintah Indonesia telah melarang dan membatasi penggunaan ketiga jenis refrigeran ini, yang, yang secara praktek dimulai dari tahun 2007. Akibat adanya peraturan baru ini, maka harus ada alternatif pengganti refrigeran yang ramah lingkungan, maka dibuatlah refrigeran alami yang ramah lingkungan, yaitu Hydrocarbon Refrigerant. Hydrocarbon Refrigerant dibuat untuk menggantikan refrigeran-refrigeran lain yang sangat merusak lingkungan.
· HC-12 ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant CFC R-12 yang merusak lapisan ozon dan dapat mengakibatkan pemanasan global.
· HC-134a ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant HFC R-134a yang dapat mengakibatkan pemanasan global.
· HC-22 ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant HCFC R-22 yang merusak lapisan ozon.
· HC-600 ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant CFC R-600 yang merusak lapisan ozon.
Besar Freon AC Berbahaya
Sebagian besar freon yang diisi ke perangkat air conditioner (AC) mobil, kantor, dan lainnya ternyata menggunakan freon yang tidak memenuhi standar kualitas freon internasional. Kebanyakan freon yang digunakan menggunakan jenis R12 yang sangat cepat merusak ozon dan telah dilarang penggunaannya. Peringatan Hari Ozon Internasional 2008 di Bali.
Sebuah alat pendeteksi kualitas freon-identifier disambungkan ke katup AC. Identifier ini kemudian terhubung dengan alat daur ulang freon yang disebut 3 R, yakni recovery, recycle, recharging. Jadi setelah freon dikuras dari AC, disalurkan ke alat 3R itu untuk mendaur ulang freon yang bisa digunakan kembali.
Dengan mekanisme seperti, menurut Niken Sitamurti, Senior Program Asistance bantuan hibah World Bank dan Kementrian Lingkungan Hidup, pengusaha bengkel bisa berhemat. Freon dapat didaur ulang dan digunakan kembali. Karena itu, bantuan hibah ini menyalurkan 33 alat 3R ke sejumlah bengkel di Bali yang lulus kualifikasi. Persoalannya, tidak banyak bengkel yang mau membeli alat identifier freon untuk memberi jaminan kualitas freon pada konsumennya.
Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Bali, Gede Putu Wardana, freon berbahaya ini kerap ditemukan pada banyak kasus lain setelah kualitas freon AC diperiksa. “Sayangnya tidak banyak bengkel yang memiliki alat pendeteksi kualitas freon seperti identifier ini karena harganya cukup mahal,” ungkapnya sambil menunjuk alat deteksi yang disambungkan ke mobil pelat nomor DK 6 milik Sekda Nyoman Yasa itu.
Harga alat deteksi kualitas freon ini diperkirakan harganya Rp 20-35 juta per unit. “Semua pemakai AC harus benear-benar teliti ketika mengisi freon. Karena banyak bengkel yang melanggar himbauan penggunaan freon yang ramah lingkungan,” tambah Wardana.
Pemeriksaan freon kini digencarkan karena salah satu zat yang dapat merusak lapisan ozon bumi. Jika ozon menipis, berbagai gangguan kesehatan dapat mengancam mahluk hidup seperti kanker, membunuh biota laut, dan berbagai penyakit kulit. Sinar matahari tidak tersaring karena lapizan ozon mulai menipis. Inilah bagian dari ancaman pemanasan global di bumi.
Bahan perusak ozon lainnya adalah gas methan hasil pembusukan sampah. Hari Ozon Internasional yang diperingati setiap tanggal 16 September merupakan hasil resolusi pada Sidang Umum PBB tahun 1994.Setiap tahun Sekretariat Ozon menetapkan tema yang berbeda untuk peringatan Hari Ozon Internasional. Untuk tahun 2008 ditetapkan tema “Montreal Protocol – Global partnership for global benefits”. Maksud dari tema ini adalah merayakan berbagai segi pendekatan yang dilakukan oleh para Negara Pihak dalam melaksanakan Protokol Montreal.
Lapizan ozon yang tidak terlihat tapi diakui pemerintah menyulitkan berbagai sosialisasi pencegahan penggunaan bahan perusak ozon. Antara lain dengan tidak menggunakan barang atau produk yang masih menggunakan BPO seperti R12, R11, halon, metil bromida dan lain-lain.
Di Bali, tiga alat pengukur kualitas udara yang diberikan pemerintah Austria sudah rusak. Tidak ada alat deteksi apa pun yang bisa memperlihatkan masyarakat mengenai kualitas udara. Tiga alat yang diletakkan sebelumnya di sejumlah titik lalu lintas di Kota Denpasar sulit diperbaiki karena spare part-nya tidak ada di Indonesia.
BAHAN PENDINGIN/REFRIGERANT ALAMIAH MUSICOOL
Refrigerant Musicool adalah bahan pendingin alamiah jenis hidrokarbon yang ramah lingkungan yang merupakan alternatif pengganti Freon dan memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan bahan pendingin Freon yang digantikannya.

Kelebihan Musicool jika dibandingkan dengan bahan pendingin Freon, antara lain :
1.Dapat menurunkan konsumsi tenaga listrik hingga 25%
2.Tidak perlu penggantian/penambahan komponen pada Mesin AC
3.Kerja kompresor menjadi lebih ringan
4.Effek pendinginan lebih baik
5.Ramah lingkungan ( Tidak merusak lapisan Ozon dan Tidak meningkatkan pemanasan global )
Kelebihan-kelebihan dari Refrigerant Musicool tersebut disebabkan oleh sifat Fisika dan Thermodinamikanya yang lebih baik jika dibandingkan dengan Freon.

KEUNTUNGAN EKONOMIS MENGGUNAKAN REFRIGERAN MUSICOOL
Berdasarkan pengalaman praktis, maka penghematan tenaga listrik yang diperoleh setelah dilakukan recovery Freon dengan Musicool berkisar antara 10% s/d 25% tergantung pada Jenis Mesin AC, Merk Mesin AC, Umur pemakaian Mesin AC, Kondisi Mesin AC serta Kapasitas Mesin AC, dengan rincian :
1.Mesin AC dengan listrik 1 Phase : 15% s/d 25%
2.Mesin AC dengan listrik 3 Phase : 10% s/d 25%
Namun secara umum dapat dikemukakan, bahwa recovery Freon dengan Musicool dapat menurunkan pemakaian tenaga listrik yang cukup signifikan, sehingga dapat memberikan keuntungan finansial yang tidak sedikit bagi pemilik Mesin AC, berupa penurunan biaya listrik, sehingga investasi/biaya yang dikeluarkan untuk penggantian Freon tersebut dapat kembali dalam waktu yang relatif singkat (Pay Back Period, kurang dari 1 tahun). Keuntungan lainnya yang diperoleh adalah dapat mengurangi Biaya Operasional lainnya, seperti : Maintenance Cost, Replacement Cost, dll.

AUDIT ENERGI LISTRIK DARI PEMAKAIAN AC
Apabila diperlukan, setelah dilakukan recovery & konversi Freon dengan Musicool secara menyeluruh, maka dapat dilakukan audit energi, berupa perhitungan perkiraan penghematan tenaga dan biaya listrik yang akan diperoleh setiap bulan melalui Mesin AC berdasarkan pada hasil penghematan listrik yang diperoleh setelah dilakukan recovery & konversi, sesuai Berita Acara yang dibuat untuk masing-masing Mesin AC dengan memperhitungkan durasi pemakaian masing-masing Mesin AC tersebut dan dengan asumsi: bahwa tidak terdapat penambahan peralatan yang menggunakan listrik serta durasi pemakaian sama dengan sebelum konversi.

PROSES RECOVERY DAN KONVERSI FREON DENGAN MUSICOOL
Sebelum dilakukan recovery/konversi refrigerant pada suatu Mesin AC, terlebih dahulu dilakukan pengamatan serta pengecekan yang cermat terhadap berbagai aspek dari Mesin AC tersebut, antara lain :
*Jenis, merk dan type Mesin AC
*Refrigerant yang digunakan
*Kondisi physik daripada mesin
*Lokasi dan kondisi tempat penyimpanan mesin
*Skedul pemeliharaan/maintenance yang dilakukan
*Performance mesin dengan menggunakan refrigerant Freon R-22
Hasil dari pengamatan/pengecekan tersebut akan menghasilkan kesimpulan, apakah Mesin AC tersebut dalam kondisi baik dan secara teknis dapat dilakukan recovery dan konversi refrigerant atau tidak.
Keselamatan, keamanan dan keuntungan dari Pemilik Unit AC setelah recovery/konversi merupakan prioritas dan pertimbangan utama dari keputusan recovery/konversi refrigerant.

PELAKSANAAN RECOVERY DAN KONVERSI REFRIGERANT
Jenis Pekerjaan :
1.Pengecekan performance Mesin AC sebelum recovery (ketika masih menggunakan Freon), meliputi: Arus/daya listrik,tekanan dan temperatur pada evaporator (effek pendinginan).
2.Pengeluaran refrigerant Freon dari Mesin AC
3.Pem-vacuuman Mesin AC, sekaligus pengecekan kebocoran
4.Pengisian dengan bahan pendingin Musicool.
5.Pengecekan performance Mesin AC setelah diisi Musicool untuk dibandingkan dengan performance sewaktu masih menggunakan Freon.
6.Pembuatan Berita Acara Pelaksanaan Pekerjaan Retrofit AC dengan Musicool.


LATAR BELAKANG PEMAKAIAN HYDROCARBON REFRIGERANT
Latar belakang harus Hydrocarbon Refrigerant adalah Harga energi yang berasal dari BBM dan Listrik, akan terus meningkat sejalan dengan semakin langkanya sumber energi yang berasal dari minyak bumi (tak terbarukan).
Selain mengupayakan mencari sumber energi baru (diversifikasi) maka sumber energi yang ada perlu dihemat melalui program penghematan energi (konservasi energi).
Perubahan iklim global yang berdampak pada tatanan kehidupan dipermukaan bumi yang dipengaruhi oleh perubahan struktur lapisan ozon & efek rumah kaca di atmosfir yang disebabkan oleh bahan-bahan yang dilepas dari bumi.
Kepedulian Lingkungan & Energi telah menjadi perhatian global dalam perumusan berbagai kebijakan pembangunan di setiap Negara, termasuk di Indonesia. Dan salah satu bahan-bahan yang meyebababkan hal tersebut adalah terlalu banyaknya penggunaan meningkatnya syntetic refrigerant atau bahan pendingin buatan, yaitu bahan pendingin/refrigerant yang mengandung H (Hidro), C (Chloro), F (Fluoro) dan C (Carbon) atau lebih dikenal dengan HCFC dan CFC dan di Indonesia lebih dikenal dengan istilah Freon (R-12, R22, R134a).
Bahan Pendingin yang mengandung FLUOR ( Freon )
1. R-12, CFC (Chloro Fluoro Carbon)
· Refrigerator (Kulkas)
· Water Dispenser
· AC Mobil (produksi < 1993)
2. R-22, HCFC (Hidro Chloro Fluoro Carbon)
· AC Ruangan/Gedung (AC Split, AC Window)
· AC Sentral/Chiller
3. R-134a, HFC (Hidro Fluoro Carbon)
· Refrigerator (Kulkas)
· Water Dispenser
· AC Mobil (produksi > 1993)
· AC Central/Chiller
Kelemahan Bahan Pendingin Sintetis ( CFC, HCFC, HFC )
1. CFC – R12 dan HCFC – R22
· Merusak Lapisan Ozon
· Menimbulkan Pemanasan Global
· Beracun

2. HFC – R134a
· Menimbulkan Pemanasan Global
· Beracun
Refrigeran Duracool: Refrigerant Alternatif R22 (freon) yg hemat

Refrigeran itu adalah suatu zat yang mengalir dalam sistem pendingin (mesin Refrigerasi) dan merupakan fluida kerja yang memindahkan panas dari produk yang didinginkan ke lingkungan. Jadi fungsinya adalah mendinginkan sesuatu dengan membuang panas/kalor nya ke lingkungan.

Refrigerant yang umum digunakan adalah R22 atau Freon. Namun karena sifatnya kurang ramah lingkungan (melubangi ozon), maka kedepannya Freon ini tidak diijinkan untuk digunakan. Kini ada alternatif lain yakni yakni Refrigerant Duracool.
Apa itu Refrigerant “Duracool”?
Refrigerant Duracool adalah refrigerant ( bahan pendingin ) jenis HidroCarbon (HC) pengganti refrigerant konventional “freon” ( CFC/ HCFC/ HFC ), yang ramah lingkungan, hemat energi dibandingkan dengan freon yang digantikannya. So pasti, Hydrocarbon merupakan Solusi atas mahalnya tarif listrik pada mesin/ peralatan pendingin & AC.
Duracool Refrigerant adalah refrigerant dengan bahan hydrocarbon yang di produksi di Edmonton, Alberta Canada. Duracool Refrigerant telah memenuhi persyaratan teknis sebagai refrigerant, meliputi sifat fisika, thermodinamika serta uji kinerja pada siklus refrigerant. Duracool Refrigerant telah banyak di gunakan di benua Amerika dan sekarang ini mulai dipasarkan di Eropa dan Asia, dimana PT GENDAINDO PRATAMA menjadi sole agent Duracool Refrigerant pertama di Asia dan satu-satunya di Indonesia.Hasil pengujian pada beban pendingin yang sama, Duracool Refrigerant memiliki banyak keunggulan dibandingkan refrigerant sintetik, diantaranya beberapa parameter memberikan indikasi data lebih kecil seperti : kerapatan bahan (density), rasio tekanan kondensasi terhadap evaporasi dan nilai viskositas, sedangkan beberapa parameter memberikan indikasi data lebih besar seperti : efek refrigerasi, COP (Coeficient of Performance), kalor laten dan konduktivitas bahan.

Apa keuntungan menggunakan Refrigerant “Duracool “ pada peralatan pendingin/ AC ruangan/ AC mobil?
1. Dapat menurunkan konsumsi tenaga listrik/ mesin hingga 25%.
Mengapa konsumsi/ pemakaian tenaga listrik/ mesin bisa turun ? Karena Refrigerant Duracool memiliki berat jenis (BJ) lebih ringan dibandingkan freon (hanya 40% dari BJ freon), karena kerapatan maupun viskositas cairan jenuh dan uap jenuh dari refrigerant Hidrocarbon (HC) lebih kecil dari pada freon, sehingga tenaga yang digunakan untuk menggerakkan kompresorpun lebih kecil.
2. Tidak perlu penambahan dan atau penggantian sparepart (komponen).
Mengapa tidak memerlukan penggantian komponen/ oli? Karena sifat fisikanya, refrigerant Duracool sudah sesuai dan familiar dengan konstruksi, komponen maupun oli dari mesin yang biasa menggunakan refrigerant freon.
3. Kerja kompresor lebih ringan, sehingga kompresor lebih awet dan khusus pada AC mobil membuat kerja mesin tidak terlalu berat.
Mengapa kerja kompresor lebih ringan? Karena refrigerant Duracool yang digunakan lebih ringan, maka kerja kompresor menjadi lebih ringan pula, sehingga umur pemakaian (life time) kompresor lebih lama.


4. Efek pendinginan lebih baik.
Mengapa effek pendinginan lebih baik? Kalor laten penguapan pada NBP (normal boiling point) dari refrigerant Duracool lebih besar dari refrigerant freon, sehingga pengambilan panas pada saat penguapan lebih cepat. Bagaimana dengan kualitas (hasil) pendinginan yang dicapai ? Hasil pendinginan yang dicapai minimal sama bahkan lebih baik dari freon, karena sifat fisika dan termodinamika refrigerant Duracool lebih baik dari freon.
5. Ramah lingkungan.
Mengapa Refrigerant Duracool ramah lingkungan? Karena refrigerant Duracool sangat alamiah, hanya terdiri dari unsur Hidrogen ( H ) dan Carbon ( C ), yang sangat mudah bersenyawa dengan udara.
Refrigerant “Duracool” menghemat Rp 21.535.000,- per tahun, sekitar 20%.Biaya listrik yang dihemat sebesar Rp. 21,5 juta per tahun per 100 unit AC dengan kapasitas masing-masing 1 PK ,dengan jam operasional AC masing-masing 8 jam per hari.
Refrigerant Duracool memberikan garansiDengan“Duracool”umurcompressorlebihpanjangSecara teori “Duracool” yang memiliki berat jenis hanya 30% dibandingkan dengan bahan pendingin konvensional ( Freon ) maka kerja compressor akan lebih ringan dibandingkan sebelumnya yang tentunya dampak dari hal tersebut akan menyebabkan:
Hemat energy karena kerja motor menjadi ringan
Keuntungan
Keuntungan menggunakan Duracool Refrigerant :
Menurunkan penggunaan listrik sampai dengan 15% - 25% (hemat listrik)
Menambahkan umur kompresor (awet)
Ramah lingkungan (tidak beracun dan tidak merusak lingkungan)
Tidak merusak lapisan ozon (Non ODP)
Tidak meningkatkan pemanasan global (Non GWP)
Pencapaian temperatur dingin lebih cepat (hemat energi)
Suara mesin kompresor menjadi lebih halus
Kompatibel dengan semua merek AC



Karena kerja compressor yang ringan maka secara teori usia pakai compressor akan lebih panjang .
Keunggulan-keunggulan Duracool :
Duracool sebagai bahan pendingin alternative telah memenuhi persyaratan teknis sebagai refrigerant . adapun persyaratan teknis yang dimaksud adalah aspek sifat Fisika dan thermodinamika, diagram tekanan versus suhu serta uji kinerja pada refrigerasi. Dari hasil uji teknis menunjukkan bahwa Duracool memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan refrigerant sistetis sbb:
Beberapa parameter memberikan indikasi data lebih kecil, seperti :
Kerapatan bahan ( density ) lebih kecil vs refrigerant sintetis
Rasio tekanan kondensasi terhadap evaporasi lebih kecil vs refrigerant sintetis
Nilai viskositas lebih kecil vs refrigerant sintetis
Beberapa parameter memberikan indikasi data lebih Besar, seperti :
Efek Refrigerasi lebih Besar vs refrigerant sintetis
COP ( Coefisien of Performance ) lebih Besar vs refrigerant sintetis
Kalor Laten lebih Besar vs refrigerant sintetis









Jaminan Kualitas
Duracool Refrigerant hadir dengan teknologi terdepan dalam dunia hydrocarbon refrigerant. Dengan fasilitas produksi, blending (pencampuran), dan pengemasan sempurna menghasilkan suatu formula yang tidak pernah berubah dalam memuaskan para penggunanya. Sebagai satu-satunya perusahaan dengan fasilitas produksi, blending, dan pengemasan sendiri di Amerika Utara, Duracool juga merupakan satu-satunya perusahaan yang memberikan garansi tertulis bagi setiap produk refrigerant nya. Dengan olahan para ahli Duracool Refrigerant mampu menjawab setiap permasalahan konversi bahan pendingin apapun sebagai drop-in- subtitute bagi refrigerant sintetik. Sebagai lokasi dari fasilitas produksi dan pengemasan, Duracool Refrigerant Inc. memilih Edmonton, Alberta di Canada agar dapat memproduksi produk-produk bahan pendingin dekat dengan para ahli dalam bidang industri refrigerant. Selain itu hal ini dapat mempermudah kontrol kualitas yang ketat dari produk-produk yang dihasilkannya dan menjamin konsistensi hasil akhir serta memastikan bahwa setiap produk Duracool Refrigerant tidak akan merusak setiap komponen sistem pendingin manapun. Rahasia formulasi Duracool Refrigerant terletak pada kesempurnaan pencampuran bahan baku (blending) sekaligus memastikan rendahnya kadar moisture dalam hasil akhir produknya. Ditambah lagi dengan pengujian berkala dalam setiap tahapan produksi guna memastikan kualitas akhir produk merupakan bentuk komitmen terhadap para pengguna produk Duracool Refrigerant. Hal inilah yang menjadikan produk Duracool Refrigerant mampu beradaptasi dengan baik dengan semua jenis pelumas yang ada pada setiap sistem pendingin dan tidak akan menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen mesin melainkan mampu memperbaiki dan mempermudah kinerja mesin serta menambah tingkat umur pemakaian sistem yang dipergunakan. Aspek keamanan yang tinggi juga menjadi perhatian utama kami bagi setiap pengguna produk hydrocarbon refrigerant. Dengan petunjuk penggunaan yang aman dan pemasangan dari teknisi-teknisi berpengalaman yang kami miliki memberikan garansi tersendiri akan aspek keamanan dari Duracool Refrigerant. Layanan after sales yang terpadu juga merupakan nilai tambahan tersendiri untuk menjamin tercapainya kepuasan dan keamanan para pengguna produk Duracool Refrigerant.


Jenis-jenis duracool refrigerant
Duracool® Refrigerant di produksi dalam beberapa jenis, yaitu:

Duracool 12a
Kompatibel dengan mesin pendingin yang menggunakan refrigerant R12 dan R134a, seperti pada ac mobil, kulkas, freezer, water dispenser dan sejenisnya.

Duracool 22a
Kompatibel dengan mesin pendingin yang menggunakan refrigerant R22, R407a, R411a, seperti pada rumah tangga, industri dan chiller

Duracool 502a
Kompatibel dengan mesin pendingin yang menggunakan refrigerant R502, R404a, R507a, R408a, seperti pada industri dan chiller

Jumat, 23 Oktober 2009

bioteknologi eceng gondok

Eceng gondok yang memiliki nama lain ‘Eichornia crassipes’ adalah sejenis tumbuhan air yang hidup terapung di permukaan air. Akan berkembang biak manakala dipenuhi limbah pertanian atau pabrik sehingga menjadi indicator dimana di tempat/sungai tersebut sudah terkena pencemaran/limbah.

Tanaman gulma (pengganggu) ini dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1. Eceng biasa (genjer) : tumbuhan air yang tumbuh di sawah-sawah dan daun muda. Bunganya yang kuncup dapat dijadikan sayuran (Dapat dimakan oleh manusia)

2. Eceng gondok : sejenis tanaman hidrofit. Tumbuhan ini tidak dapat dimakan bahkan tanaman gulma ini menjadi tanaman pengganggu bagi tumbuhan lain dan hewan sekitarnya.
Meski memiliki sifat pengganggu, eceng gondok ternyata berperan penting dalam mengurangi kadar logam berat di perairan waduk seperti Fe, Zn, Cu, dan Hg. Selain itu, eceng gondok dapat menyerap logam berat. Dan yang paling menarik, tanaman ini mengandung selulosa dalam jumlah banyak. Dan selulosa inilah yang bisa digunakan sebagai bahan baker alternative.

Untuk membuat Biogas Eceng Gondok, terlebih dahulu harus disiapkan beberapa alat dan bahan yang diperlukan. Bahan dan alat itu dikelompokkan menjadi dua alat kerja, yaitu :

ALAT KERJA-1
- 3 buah drum isi 200 liter
- 1 buah drum isi 100 liter
- 1 meter pipa galvanis, ukuran 3 inchi
- 5 meter slang karet/plastic
- 3 buah stop kran, ukuran ½ inchi
- 50 cm pipa, ukuran ½ inchi
- 6 buah kleman slang, ukuran ½ inchi
- Pengelasan drum (Ls)

ALAT KERJA-2
- Plastik polyethylene
- Kompor biogas
- PVC ukuran 3 inchi
- 4 buah kenie, ukuran ½ inchi
- Drat luar dalam
- 2 buah isolatif besar
- 4 batang baut
- Karet ban dalam
- 1 buah pipa T, ukuran ½ inchi
- Slang plastic saluran gas
- PVC ukuran ½ inchi
- 3 buah stop kran, ukuran ½ inchi
- 2 buah lem paralon
- Lem aibon
- 2 plat acritik 150 cm2

CARA PEMBUATAN ALAT

1. Alat Fermentasi
Dua drum ukuran 200 liter dibuang tutup atasnya dan keduanya disambung dengan dilas secara horizontal. Di samping kiri dan kanannya dipasang 3 inchi pipa sepanjang 50 cm yang berguna untuk memasukkan eceng gondok yang sudah dirajang/ditumbuk dan pipa yang satunya lagi sebagai pembuangan. Setelah itu di bagian atas drum fermentasi dipasang pipa ½ inchi dan stop kran ½ inchi yang disambung dengan slang.

2. Alat Penampungan Gas
o Drum ukuran 100 liter tutup bagian bawahnya dibuang, kemudian pada tutup bagian yang tidak dibuang dipasang 2 buah pipa ½ inchi dan stop kran ½ inchi yang akan disambung dengan slang dari ruang fermentasi dan ke kompor gas. Lantas, tempat penampungan gas yang bagian sisinya atau tutupnya dibuang dimasukkan ke drum yang berukuran 200 liter yang sudah berisi 100 liter air.
o Selain alat penampung gas terbuat dari bahan plastic yang berukuran panjang 120 cm dan diameter 60 cm. Alat penampungan gas ini dimasukkan ke drum ukuran 200 liter yang sudah terisi air.
o Jika gas dari eceng gondok sudah masuk ke alat penampungan drum atau plastic maka akan terlihat mengambang. Fungsi air itu sebagai penekan. Air yang ada akan menekan gas ke atas. Karena air dan gas tak bersenyawa.

PROSES PRODUKSI

Ø Proses produksi eceng gondok sangat sederhana sekali, hanya dibutuhkan perlengkapan seperti tabung fermentasi yang tersambung ke tabung pengumpul gas dan diteruskan ke kompor. Hanya tiga bagian yang dibutuhkan dalam biogas ini, tabung fermentasi, tabung penampung gas, serta kompor sebagai media pembakar.

Ø Sebelum dimasukkan ke dalam tabung fermentasi, eceng gondok terlebih dahulu harus dirajang atau ditumbuk halus. Setelah itu dicampur air bersih 1:1. Misalnya 20 kg eceng gondok dicampur dengan 20 kiloliter air, lantas diaduk merata.

Ø Setelah tercampur, masukkan ke dalam lubang pipa yang sudah disiapkan di ujung kiri tabung fermentasi yang akan mengalirkan gas ke drum penampungan setelah beberapa hari. Eceng gondok yang sudah ditumbuk sebanyak 20 kg dapat menghasilkan gas yang dapat dipakai selama 7 hari, dan setiap harinya dapat dipakai selama 30 menit.

Ø Eceng gondok seberat 30 kg yang telah dirajang tanpa ditumbuk dapat menghasilkan gas yang dapat dipakai selama 7 hari, dan setiap harinya dapat dipakai selama 90 menit.

Ø Ketika menggunakan biogas untuk memasak, tabung fermentasi bisa kembali diisi dengan eceng gondok baru. Secara terus menerus eceng gondok bisa terus dimasukkan ke dalam tabung fermentasi.

Ø Karena dalam tabung tersebut sudah terpasang pipa untuk proses pengeluaran, ampas eceng gondok akan mengalir dengan sendirinya bila eceng gondok baru masuk ke dalam tabung. Ampas ini bisa digunakan untuk pupuk kompos.

Minggu, 11 Oktober 2009

HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI

HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI


      1. Kekhasan / Keunikan Atom Karbon
  • Sesuai dengan nomor golongannya (IVA), atom karbon mempunyai 4 elektron valensi. Oleh karena itu, untuk mencapai konfigurasi oktet maka atom karbon mempunyai kemampuan membentuk 4 ikatan kovalen yang relatif kuat.
  • Atom karbon dapat membentuk ikatan antar karbon; berupa ikatan tunggal, rangkap dua atau rangkap tiga.
  • Atom karbon mempunyai kemampuan membentuk rantai (ikatan yang panjang).
  • Rantai karbon yang terbentuk dapat bervariasi yaitu : rantai lurus, bercabang dan melingkar (siklik).


    1. Kedudukan Atom Karbon

Dalam senyawa hidrokarbon, kedudukan atom karbon dapat dibedakan sebagai berikut :

  • Atom C primer : atom C yang mengikat langsung 1 atom C yang lain
  • Atom C sekunder : atom C yang mengikat langsung 2 atom C yang lain
  • Atom C tersier : atom C yang mengikat langsung 3 atom C yang lain
  • Atom C kuarterner : atom C yang mengikat langsung 4 atom C yang lain

Contoh :

Perhatikan Buku Paket 1B halaman 104!

    1. Klasifikasi / Penggolongan Hidrokarbon (terdiri dari atom C dan H)
    1. Berdasarkan bentuk rantai karbonnya :
        • Hidrokarbon alifatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai terbuka jenuh (ikatan tunggal) maupun tidak jenuh (ikatan rangkap).
    • Hidrokarbon alisiklik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar / tertutup (cincin).
        • Hidrokarbon aromatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar (cincin) yang mempunyai ikatan antar atom C tunggal dan rangkap secara selang-seling / bergantian (konjugasi).

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 107! (bagian atas)

  1. Berdasarkan jenis ikatan antar atom karbonnya :
          • Hidrokarbon jenuh = senyawa hidrokarbon yang ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal.
          • Hidrokarbon tak jenuh = senyawa hidrokarbon yang memiliki 1 ikatan rangkap dua (alkena), atau lebih dari 1 ikatan rangkap dua (alkadiena), atau ikatan rangkap tiga (alkuna).

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 107! (bagian tengah)





















    1. Skema Klasifikasi Hidrokarbon

Hidrokarbon

Sikloalkana

Alkana

Alkena

Sikloalkena

Jenuh

Tidak jenuh

Alifatik

Alisiklik

Aromatik

Alkuna

Tidak jenuh

Jenuh





    1. Alkana
  • Adalah hidrokarbon alifatik jenuh yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal.
  • Rumus umum alkana yaitu : CnH2n+2 ; n = jumlah atom C


    1. Deret Homolog Alkana

Adalah suatu golongan / kelompok senyawa karbon dengan rumus umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku berturutannya mempunyai beda CH2.

Sifat-sifat deret homolog :

  • Mempunyai sifat kimia yang mirip
  • Mempunyai rumus umum yang sama
  • Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar 14
  • Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya

    Contoh :

    Perhatikan Tabel 7.3 dari Buku Paket 1B halaman 109!

    1. Tata Nama Alkana

Berdasarkan aturan dari IUPAC (nama sistematik) :

    1. Nama alkana bercabang terdiri dari 2 bagian :
    • Bagian pertama (di bagian depan) merupakan nama cabang
    • Bagian kedua (di bagian belakang) merupakan nama rantai induk

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 110!

  1. Rantai induk adalah rantai terpanjang dalam molekul. Jika terdapat 2 atau lebih rantai terpanjang, maka harus dipilih yang mempunyai cabang terbanyak. Induk diberi nama alkana sesuai dengan panjang rantai.

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 110!

  1. Cabang diberi nama alkil yaitu nama alkana yang sesuai, tetapi dengan mengganti akhiran –ana menjadi –il. Gugus alkil mempunyai rumus umum : CnH2n+1 dan dilambangkan dengan R

    Contoh :

    Perhatikan Tabel 7.4 dari Buku Paket 1B halaman 111!

  1. Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Untuk itu rantai induk perlu dinomori. Penomoran dimulai dari salah 1 ujung rantai induk sedemikian rupa sehingga posisi cabang mendapat nomor terkecil.

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 111! (bagian bawah)

  1. Jika terdapat 2 atau lebih cabang sejenis, harus dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, penta dst.

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 112! (bagian atas)

  1. Cabang-cabang yang berbeda disusun sesuai dengan urutan abjad dari nama cabang tersebut. Awalan normal, sekunder dan tersier diabaikan. Jadi n-butil, sek-butil dan ters-butil dianggap berawalan b-.

      Awalan iso- tidak diabaikan. Jadi isopropil berawal dengan huruf i- .

      Awalan normal, sekunder dan tersier harus ditulis dengan huruf cetak miring.

  1. Jika penomoran ekivalen dari kedua ujung rantai induk, maka harus dipilih sehingga cabang yang harus ditulis terlebih dahulu mendapat nomor terkecil.

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 112 dan 113!

    Berdasarkan aturan-aturan tersebut di atas, penamaan alkana bercabang dapat dilakukan dengan 3 langkah sebagai berikut :

  1. Memilih rantai induk, yaitu rantai terpanjang yang mempunyai cabang terbanyak.
  2. Penomoran, dimulai dari salah 1 ujung sehingga cabang mendapat nomor terkecil.
  3. Penulisan nama, dimulai dengan nama cabang sesuai urutan abjad, kemudian diakhiri dengan nama rantai induk. Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Antara angka dengan angka dipisahkan dengan tanda koma (,) antara angka dengan huruf dipisahkan dengan tanda jeda (-).

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 113-115!

    1. Sumber dan Kegunaan Alkana

    Alkana adalah komponen utama dari gas alam dan minyak bumi.

    Kegunaan alkana, sebagai :

  • Bahan bakar
  • Pelarut
  • Sumber hidrogen
  • Pelumas
  • Bahan baku untuk senyawa organik lain
  • Bahan baku industri


    1. Alkena
    • Adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon dengan satu ikatan rangkap dua (–C=C–) . Senyawa yang mempunyai 2 ikatan rangkap 2 disebut alkadiena, yang mempunyai 3 ikatan rangkap 2 disebut alkatriena dst.
    • Rumus umum alkena yaitu : CnH2n ; n = jumlah atom C

    Contoh :

    Perhatikan Tabel 7.5 dari Buku Paket 1B halaman 118!

    1. Tata Nama Alkena
  1. Nama alkena diturunkan dari nama alkana yang sesuai (yang jumlah atom Cnya sama), dengan mengganti akhiran –ana menjadi –ena.

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 119! (bagian bawah)

  1. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap.

  1. Penomoran dimulai dari salah 1 ujung rantai induk sedemikian sehingga ikatan rangkap mendapat nomor terkecil.

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 120! (bagian atas)

  1. Posisi ikatan rangkap ditunjukkan dengan awalan angka yaitu nomor dari atom C berikatan rangkap yang paling tepi / pinggir (nomor terkecil).

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 120! (bagian tengah)

      1. Penulisan cabang-cabang, sama seperti pada alkana.

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 120-121!

    1. Sumber dan Kegunaan Alkena

    Alkena dibuat dari alkana melalui proses pemanasan atau dengan bantuan katalisator (cracking). Alkena suku rendah digunakan sebagai bahan baku industri plastik, karet sintetik, dan alkohol.


    1. Alkuna
  • Adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon dengan satu ikatan rangkap tiga (–C≡C–) . Senyawa yang mempunyai 2 ikatan rangkap 3 disebut alkadiuna, yang mempunyai 1 ikatan rangkap 2 dan 1 ikatan rangkap 3 disebut alkenuna.
    • Rumus umum alkuna yaitu : CnH2n-2 ; n = jumlah atom C

    Contoh :

    Perhatikan Tabel 7.6 dari Buku Paket 1B halaman 122!

        1. Tata Nama Alkuna
    • Nama alkuna diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran –ana menjadi –una.
    • Tata nama alkuna bercabang sama seperti penamaan alkena.

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 123-124!

        1. Sumber dan Kegunaan Alkuna

    Alkuna yang mempunyai nilai ekonomis penting hanyalah etuna (asetilena), C2H2. Gas asetilena digunakan untuk mengelas besi dan baja.


        1. Keisomeran

    Isomer adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama tetapi mempunyai struktur atau konfigurasi yang berbeda.

    Struktur berkaitan dengan cara atom-atom saling berikatan, sedangkan konfigurasi berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam molekul.

    Keisomeran dibedakan menjadi 2 yaitu :

    • Keisomeran struktur : keisomeran karena perbedaan struktur.
        • Keisomeran ruang : keisomeran karena perbedaan konfigurasi (rumus molekul dan strukturnya sama).

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 127!

        1. Keisomeran Struktur

    Dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :

        • keisomeran kerangka : jika rumus molekulnya sama tetapi rantai induknya (kerangka atom) berbeda.
        • keisomeran posisi : jika rumus molekul dan rantai induknya (kerangka atom) sama tetapi posisi cabang / gugus penggantinya berbeda.
    • keisomeran gugus fungsi (materi kelas XII IPA).

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 128! (bagian tengah)


        1. Keisomeran Ruang

    Dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :

        • keisomeran geometri : keisomeran karena perbedaan arah (orientasi) gugus-gugus tertentu dalam molekul dengan struktur yang sama.
  • keisomeran optik (materi kelas XII IPA).

    Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 128! (bagian bawah)

        1. Keisomeran pada Alkana
    • Tergolong keisomeran struktur yaitu perbedaan kerangka atom karbonnya. Makin panjang rantai karbonnya, makin banyak pula kemungkinan isomernya.
    • Pertambahan jumlah isomer ini tidak ada aturannya. Perlu diketahui juga bahwa tidak berarti semua kemungkinan isomer itu ada pada kenyataannya.
      • Misalnya : dapat dibuat 18 kemungkinan isomer dari C8H18, tetapi tidak berarti ada 18 senyawa dengan rumus molekul C8H18.
    • Cara sistematis untuk mencari jumlah kemungkinan isomer pada alkana :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 129-131!

        1. Keisomeran pada Alkena

Dapat berupa keisomeran struktur dan ruang.

        1. Keisomeran Struktur.
    • Keisomeran struktur pada alkena dapat terjadi karena perbedaan posisi ikatan rangkap atau karena perbedaan kerangka atom C.
    • Keisomeran mulai ditemukan pada butena yang mempunyai 3 isomer struktur. Contoh yang lain yaitu alkena dengan 5 atom C.

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 132! (bagian atas)

        1. Keisomeran Geometris.
  • Keisomeran ruang pada alkena tergolong keisomeran geometris yaitu : karena perbedaan penempatan gugus-gugus di sekitar ikatan rangkap.

    Contohnya :

    • Keisomeran pada 2-butena. Dikenal 2 jenis 2-butena yaitu cis-2-butena dan trans-2-butena. Keduanya mempunyai struktur yang sama tetapi berbeda konfigurasi (orientasi gugus-gugus dalam ruang).
    • Pada cis-2-butena, kedua gugus metil terletak pada sisi yang sama dari ikatan rangkap; sebaliknya pada trans-2-butena, kedua gugus metil berseberangan.

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 132! (bagian bawah)

  • Tidak semua senyawa yang mempunyai ikatan rangkap pada atom karbonnya (C=C) mempunyai keisomeran geometris. Senyawa itu akan mempunyai keisomeran geometris jika kedua atom C yang berikatan rangkap mengikat gugus-gugus yang berbeda.

Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 133-134!

        1. Keisomeran pada Alkuna
  • Keisomeran pada alkuna tergolong keisomeran kerangka dan posisi.
  • Pada alkuna tidak terdapat keisomeran geometris.
  • Keisomeran mulai terdapat pada butuna yang mempunyai 2 isomer.

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 134! (bagian bawah)


        1. Sifat-Sifat Hidrokarbon

Meliputi :

        1. Sifat-Sifat Fisis

(Belajar mandiri dari Buku Paket 1B halaman 135-136!)

        1. Sifat Kimia

Berkaitan dengan reaksi kimia.

      1. Reaksi-reaksi pada Alkana

    Alkana tergolong zat yang sukar bereaksi sehingga disebut parafin yang artinya afinitas kecil. Reaksi terpenting dari alkana adalah reaksi pembakaran, substitusi dan perengkahan (cracking).

Penjelasan :

    1. Pembakaran
    • Pembakaran sempurna alkana menghasilkan gas CO2 dan uap air, sedangkan pembakaran tidak sempurna menghasilkan gas CO dan uap air, atau jelaga (partikel karbon).

Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 137!

    1. Substitusi atau pergantian
    • Atom H dari alkana dapat digantikan oleh atom lain, khususnya golongan halogen.
    • Penggantian atom H oleh atom atau gugus lain disebut reaksi substitusi.
    • Salah satu reaksi substitusi terpenting dari alkana adalah halogenasi yaitu penggantian atom H alkana dengan atom halogen, khususnya klorin (klorinasi).
    • Klorinasi dapat terjadi jika alkana direaksikan dengan klorin.

Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 138! (bagian atas)

    1. Perengkahan atau cracking
    • Perengkahan adalah pemutusan rantai karbon menjadi potongan-potongan yang lebih pendek.
    • Perengkahan dapat terjadi bila alkana dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen.
    • Reaksi ini juga dapat dipakai untuk membuat alkena dari alkana. Selain itu juga dapat digunakan untuk membuat gas hidrogen dari alkana.

Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 138! (bagian bawah)

      1. Reaksi-reaksi pada Alkena
    • Alkena lebih reaktif daripada alkana. Hal ini disebabkan karena adanya ikatan rangkap C=C.
    • Reaksi alkena terutama terjadi pada ikatan rangkap tersebut. Reaksi penting dari alkena meliputi : reaksi pembakaran, adisi dan polimerisasi.

Penjelasan :

    1. Pembakaran
    • Seperti halnya alkana, alkena suku rendah mudah terbakar. Jika dibakar di udara terbuka, alkena menghasilkan jelaga lebih banyak daripada alkana. Hal ini terjadi karena alkena mempunyai kadar C lebih tinggi daripada alkana, sehingga pembakarannya menuntut / memerlukan lebih banyak oksigen.
    • Pembakaran sempurna alkena menghasilkan gas CO2 dan uap air.

Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 139! (bagian atas)

    1. Adisi (penambahan = penjenuhan)
      • Reaksi terpenting dari alkena adalah reaksi adisi yaitu reaksi penjenuhan ikatan rangkap.

Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 139! (bagian tengah)

    1. Polimerisasi
    • Adalah reaksi penggabungan molekul-molekul sederhana menjadi molekul yang besar.
    • Molekul sederhana yang mengalami polimerisasi disebut monomer, sedangkan hasilnya disebut polimer.

Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 140! (bagian atas)

  • Polimerisasi alkena terjadi berdasarkan reaksi adisi.
  • Prosesnya dapat dijelaskan sebagai berikut :
    • Mula-mula ikatan rangkap terbuka sehingga terbentuk gugus dengan 2 elektron tidak berpasangan.
    • Elektron-elektron tidak berpasangan tersebut kemudian membentuk ikatan antar gugus sehingga membentuk rantai.

Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 140! (bagian tengah)




      1. Reaksi-reaksi pada Alkuna
    • Reaksi-reaksi pada alkuna mirip dengan alkena; untuk menjenuhkan ikatan rangkapnya, alkuna memerlukan pereaksi 2 kali lebih banyak dibandingkan dengan alkena.

Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 140! (bagian bawah)

    • Reaksi-reaksi terpenting dalam alkena dan alkuna adalah reaksi adisi dengan H2, adisi dengan halogen (X2) dan adisi dengan asam halida (HX).
    • Pada reaksi adisi gas HX (X = Cl, Br atau I) terhadap alkena dan alkuna berlaku aturan Markovnikov yaitu :

      Jika atom C yang berikatan rangkap mengikat jumlah atom H yang berbeda, maka atom X akan terikat pada atom C yang sedikit mengikat atom H

Contoh :

    Perhatikan Buku Paket 1B halaman 139! (bagian tengah)

      Jika atom C yang berikatan rangkap mengikat jumlah atom H sama banyak, maka atom X akan terikat pada atom C yang mempunyai rantai C paling panjang

Contoh :

Minyak dan Gas Bumi (Gas Alam)

Belajar mandiri dari Buku Paket 1B halaman 141-148!

Industri Petrokimia

Belajar mandiri dari Buku Paket 1B halaman 148-155!

Polusi Udara akibat Pembakaran Bahan Bakar Fosil

Belajar mandiri dari Buku Paket 1B halaman 155-166!

migas

Satu masalah yang dihadapi industri minyak adalah minyak mineral yang diekstrak menjadi lebih berat dan lebih kotor. Ini digambarkan, contohnya, dalam kandungan aromatik yang lebih tinggi (misalnya timbal menghasilkan emisi selama pembakaran dalam mesin diesel) dan sulfur (yang menyebabkan hujan asam). Dalam waktu yang sama, batas global tertinggi untuk kandungan aromatik dan sulfur dalam bahan bakar meningkat dengan cepat.

Mahasiswa PhD Delft, Xander Dupain telah menelitii metode yang menghasilkan petrol yang lebih bersih menggunakan metode 'perengkahan menggunakan katalis (catalytic cracking)'. Catalytic cracking, dengan kapasitas pemrosesan dunia melebihi 500 juta ton minyak per tahun, merupakan salah satu proses penting yang diterapkan dalam pengilangan minyak modern dan metode utama untuk membuat petrol dari minyak. Selain itu, ini merupakan cara yang penting dalam memproduksi campuran diesel dan produk berguna seperti propena dan butena. Kerugian dari catalytic cracking adalah seringnya diperlukan proses lanjutan yang mahal (hydrotreatment) untuk membuat petrol dan diesel cukup bersih dan membawakannya dengan spesifikasi yang penting.

Inti dari metode Dupain adalah menggabungkan catalytic cracking dengan proses sintesis Fischer-Tropsch. Proses kimia ini ditemukan pada 1920-an oleh para peneliti Jerman, Franz Fischer dan Hans Tropsch dan selanjutnya dikembangkan di Jerman selama Perangh Dunia II untuk produksi bahan bakar sintetis dari batubara. Karena harga minyak relatif murah dalam periode setelah PD II, metode ini tidak lagi menjadi trend, kecuali di Afrika Selatan -- yang dikenai embargo internasional -- hal ini diterapkan oleh perusahaan Sasol untuk memenuhi permintaan bahan bakar. Dalam beberapa tahun ini, seiring dengan melonjaknya harga minyak, proses ini telah bangkit kembali: dengan aktivitas Shell di Malaysia dan Qatar, contohnya. Saat ini terutama sedang diterapkan untuk memperoleh minyak diesel sintetis yang relatif lebih bersih dari gas alam dan untuk membuat seragkaian produk lainnya yang mengandung konsentrasi sulfur, nitrogen dan aromatik yang sangat rendah. Dupain yakin ini akan menarik secara lingkungan maupun ekonomi untuk merengkahkan bagian yang cukup 'berat' (lilin/waxes) menggunakan katalis yang diciptakan oleh proses sintesis Fischer-Tropsch. Saat ini perengkahan ini masih menggunakan hydrocracking yang mahal yang hanya memfokuskan pada produksi diesel dan juga melibatkan konsumsi hidrogen yang tinggi.

Produk Catalytic cracking dari sintesis Fischer-Tropsch menghasilkan petrol yang bersih dan berkualitas tinggi. Selain itu, memungkinkan untuk memproduksi minyak diesel yang bagus sebagai produk samping -- dan proses juga menghasilkan propena dan butena yang relatif banyak. Hal ini membawa Dupain untuk memikirkan bahwa gabungan instalasi Fischer-Tropsch dengan catalytic cracker juga bisa menarik dalam hal ekonomi. Akhirnya, propena merupakan bahan baku yang penting untuk industri plastik. Permintaan akan propena akan meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Sumber : www.sciencedaily.com

topik kuliah hari ini

Topik Minggu Ini :

1). Kloroform adalah nama umum untuk triklorometana (CHCl3). Kloroform dikenal karena sering digunakan sebagai bahan pembius, meskipun kebanyakan digunakan sebagai pelarut nonpolar di laboratorium atau industri. Wujudnya pada suhu ruang berupa cairan, namun mudah menguap.

2). Metana adalah hidrokarbon paling sederhana yang berbentuk gas dengan rumus kimia CH4. Metana murni tidak berbau, tapi jika digunakan untuk keperluan komersial, biasanya ditambahkan sedikit bau belerang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi. Sebagai komponen utama gas alam, metana adalah sumber bahan bakar utama. Pembakaran satu molekul metana dengan oksigen akan melepaskan satu molekul CO2 ( karbondioksida ) dan dua molekul H2O (air) menurut persamaan reaksi sebagai berikut :

CH4 + 2O2 ---> CO2 + 2H2O

3). Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas (disebut bau amonia). Walaupun amonia memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi, amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan. Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Pekerjaan Amerika Serikat memberikan batas 15 menit bagi kontak dengan amonia dalam gas berkonsentrasi 35 ppm volum, atau 8 jam untuk 25 ppm volum. Kontak dengan gas amonia berkonsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan bahkan kematian. Sekalipun amonia di AS diatur sebagai gas tak mudah terbakar, amonia masih digolongkan sebagai bahan beracun jika terhirup, dan pengangkutan amonia berjumlah lebih besar dari 3.500 galon (13,248 L) harus disertai surat izin.

Amonia yang digunakan secara komersial dinamakan amonia anhidrat. Istilah ini menunjukkan tidak adanya air pada bahan tersebut. Karena amonia mendidih di suhu -33 ¡ãC, cairan amonia harus disimpan dalam tekanan tinggi atau temperatur amat rendah. Walaupun begitu, kalor penguapannya amat tinggi sehingga dapat ditangani dengan tabung reaksi biasa di dalam sungkup asap. "Amonia rumah" atau amonium hidroksida adalah larutan NH3 dalam air. Konsentrasi larutan tersebut diukur dalam satuan baum¨¦. Produk larutan komersial amonia berkonsentrasi tinggi biasanya memiliki konsentrasi 26 derajat baum¨¦ (sekitar 30 persen berat amonia pada 15.5 ¡ãC). Amonia yang berada di rumah biasanya memiliki konsentrasi 5 hingga 10 persen berat amonia. Amonia umumnya bersifat basa ( pKb=4.75 ), namun dapat juga bertindak sebagai asam yang amat lemah ( pKa=9.25 ).

4). Hidrogen sulfida ( H2S ), adalah gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat timbul dari aktifitas biologis ketika bakteri mengurai bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen (aktifitas anaerobik), seperti di rawa, dan saluran pembuangan kotoran. Gas ini juga muncul pada gas yang timbul dari aktivitas gunung berapi dan gas alam.

Hidrogen sulfida juga dikenal dengan nama sulfana, sulfur hidrida, gas asam (sour gas), sulfurated hydrogen, asam hidrosulfurik, dan gas limbah (sewer gas). IUPAC menerima penamaan "hidrogen sulfida" dan "sulfana"; kata terakhir digunakan lebih eksklusif ketika menamakan campuran yang lebih kompleks.

5). Polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang disebut monomer. Sekalipun biasanya merupakan organik (memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik. Contoh terkenal dari polimer adalah plastik dan DNA.

Meskipun istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer sebenarnya terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan kegunaan yang beragam. Bahan polimer alami seperti shellac dan amber telah digunakan selama beberapa abad. Kertas diproduksi dari selulosa, sebuah polisakarida yang terjadi secara alami yang ditemukan dalam tumbuhan. Biopolimer seperti protein dan asam nukleat memainkan peranan penting dalam proses biologi.

Sekarang ini utamanya ada enam komoditas polimer yang banyak digunakan, mereka adalah polyethylene, polypropylene, polyvinyl chloride, polyethylene terephthalate, polystyrene, dan polycarbonate. Mereka membentuk 98% dari seluruh polimer dan plastik yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Masing-masing dari polimer tersebut memiliki sifat degradasi dan ketahanan panas, cahaya, dan kimia.

6). Asetil klorida, atau dikenal juga sebagai etanoil klorida, adalah asam klorida yang diturunkan dari asam asetat. Rumus kimianya adalah H3C-COCl dan digolongkan pada senyawa organik asil halida. Struktur kimia dari asetil klorida tergambar pada sebelah kanan. Pada suhu dan tekanan kamar, asetil klorida merupakan cairan tak berwarna. Senyawa ini bukan senyawa alamiah karena akan bila bereaksi dengan air, senyawa ini akan terhidrolisis menjadi asam asetat dan asam klorida.

Sintesis kimiawinya dilakukan dengan mereaksikan tionil klorida dan asam asetat

H3C-COO-H + O=SCl2 → H3C-COCl + SO2 + H-Cl

dan digunakan sebagai reagen untuk asetilasi dalam sintesis atau penurunan senyawa kimia. Contoh reaksi asetilasi dengan asilasi seperti esterfikasi dan reaksi Friedel-Crafts.

H3C-COCl + HO-CH2-CH3 → H3C-COO-CH2-CH3 + H-Cl

7). Formaldehida (juga disebut metanal), merupakan aldehida, bentuknya gas, yang rumus kimianya H2CO. Formaldehida awalnya disintesa oleh kimiawan Rusia Aleksandr Butlerov tahun 1859, tapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun 1867.

Formaldehida bisa dihasilkan dari membakar bahan yang mengandung karbon. Dikandung dalam asap dari kebakaran hutan, knalpot mobil, dan asap tembakau. Dalam atmosfer bumi, formaldehida dihasilkan dari aksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer. Formaldehida dalam kadar kecil sekali juga dihasilkan sebagai metabolit kebanyakan organisme, termasuk manusia.

Sifat-Sifat

Meskipun dalam udara bebas formaldehida berada dalam wujud gas, tapi bisa larut dalam air (biasanya dijual dalam kadar larutan 37% menggunakan merk dagang formalin atau formol). Dalam air, formaldehida mengalami polimerisasi, sedikit sekali yang ada dalam bentuk monomer H2CO. Umumnya, larutan ini mengandung beberapa persen metanol untuk membatasi polimerisasinya. Formalin adalah larutan formaldehida dalam air, dengan kadar antara 10%-40%.

Meskipun formaldehida menampilkan sifat kimiawi seperti pada umumnya aldehida, senyawa ini lebih reaktif daripada aldehida lainnya. Formaldehida merupakan elektrofil, bisa dipakai dalam reaksi substitusi aromatik elektrofilik dan sanyawa aromatik serta bisa mengalami reaksi adisi elektrofilik dan alkena. Karena keadaannya katalis basa, formaldehida bisa mengalami reaksi Cannizaro menghasilkan asam format dan metanol.

Formaldehida bisa membentuk trimer siklik, 1,3,5-trioksan atau polimer linier polioksimetilen. Formasi zat ini menjadikan tingkah laku gas formaldehida berbeda dari hukum gas ideal, terutama dalam tekanan tinggi atau udara dingin.

Formaldehida bisa dioksidasi oleh oksigen atmosfer menjadi asam format, karena itu larutan formaldehida harus ditutup serta diisolasi supaya tidak kemasukan udara.

Proses Pembuatan

Secara industri, formaldehida dibuat dari oksidasi katalitik metanol. Katalis yang paling sering dipakai adalah logam perak atau campuran oksida besi dan molibdenum serta vanadium. Dalam sistem oksida besi yang lebih sering dipakai (proses Formox), reaksi metanol dan oksigen terjadi pada 250 °C dan menghasilkan formaldehida, berdasarkan persamaan kimia

2 CH3OH + O2 → 2 H2CO + 2 H2O

Katalis yang menggunakan perak biasanya dijalankan dalam hawa yang lebih panas, kira-kira 650 °C. dalam keadaan begini, akan ada dua reaksi kimia sekaligus yang menghasilkan formaldehida: satu seperti yang di atas, sedangkan satu lagi adalah reaksi dehidrogenasi

CH3OH → H2CO + H2

Bila formaldehida ini dioksidasi kembali, akan menghasilkan asam format yang sering ada dalam larutan formaldehida dalam kadar ppm. Di dalam skala yang lebih kecil, formalin bisa juga dihasilkan dari konversi etanol, yang secara komersial tidak menguntungkan.

Kegunaan

Formaldehida dapat digunakan untuk membasmi sebagian besar bakteri, sehingga sering digunakan sebagai disinfektan dan juga sebagai bahan pengawet. Sebagai disinfektan, Formalin dimanfaatkan untuk pembersih : lantai, kapal, gudang dan pakaian. Formaldehida juga dipakai sebagai pengawet dalam vaksinasi. Dalam bidang medis, larutan formaldehida dipakai untuk mengeringkan kulit, misalnya mengangkat kutil. Larutan dari formaldehida sering dipakai dalam membalsem untuk mematikan bakteri serta untuk sementara mengawetkan bangkai.

Dalam industri, formaldehida kebanyakan dipakai dalam produksi polimer dan rupa-rupa bahan kimia. Kalau digabungkan dengan fenol, urea, atau melamin, formaldehida menghasilkan resin termoset yang keras. Resin ini dipakai untuk lem permanen, misalnya yang dipakai untuk kayulapis / tripleks atau karpet. Juga dalam bentuk busa-nya sebagai insulasi. Produksi resin formaldehida menghabiskan lebih dari setengahnya dari produksi formaldehida.

Untuk mensintesa bahan-bahan kimia, formaldehida misalnya dipakai untuk produksi alkohol polifungsional seperti pentaeritritol, yang dipakai untuk membuat cat bahan peledak. Turunan formaldehida yang lain adalah metilen difenil diisosianat, komponen penting dalam cat dan busa poliuretan, serta heksametilen tetramina, yang dipakai dalam resin fenol-formaldehida untuk membuat RDX (bahan peledak).

Sebagai formalin, larutan senyawa kimia ini sering digunakan sebagai insektisida, serta bahan baku pabrik-pabrik resin plastik dan bahan peledak.

Kegunaan lain

o Pengawet mayat

o Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya.

o Bahan pembuatan sutra sintetis, zat pewarna, cermin, kaca

o Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia Fotografi.

o Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.

o Bahan untuk pembuatan produk parfum.

o Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku.

o Pencegah korosi untuk sumur minyak

o Dalam konsentrat yang sangat kecil (kurang dari 1%), Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih barang rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut kulit, perawatan sepatu, shampoo mobil, lilin, dan pembersih karpet.

Penggunaan Formalin yang salah
Penggunaan Formalin yang salah adalah hal yang sangat disesalkan. Melalui sejumlah survey dan pemeriksaan laboratorium, ditemukan sejumlah produk pangan yang menggunakan formalin sebagai pengawet. Praktek yang salah seperti ini dilakukan oleh produsen atau pengelola pangan yang tidak bertanggung jawab. Beberapa contoh prduk yang sering diketahui mengandung formalin misalnya :

  1. Ikan segar : Ikan basah yang warnanya putih bersih, kenyal, insangnya berwarna merah tua (bukan merah segar), awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk.
  2. Ayam potong : Ayam yang sudah dipotong berwarna putih bersih, awet dan tidak mudah busuk.
  3. Mie basah : Mie basah yang awet sampai beberapa hari dan tidak mudah basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin.
  4. Tahu : Tahu yang bentuknya sangat bagus, kenyal, tidak mudah hancur, awet beberapa hari dan tidak mudah basi.

Dampak

Karena resin formaldehida dipakai dalam bahan konstruksi seperti kayu lapis/tripleks, karpet, dan busa semprot dan isolasi, serta karena resin ini melepaskan formaldehida pelan-pelan, formaldehida merupakan salah satu polutan dalam ruangan yang sering ditemukan. Apabila kadar di udara lebih dari 0.1 mg/kg, formaldehida yang terhisap bisa menyebabkan iritasi kepala dan membran mukosa, yang menyebabkan keluar air mata, pusing, teggorokan serasa terbakar, serta kegerahan.

Kalau terpapar formaldehida dalam jumlah banyak, misalnya terminum, bisa menyebabkan kematian. Dalam tubuh manusia, formaldehida dikonversi jadi asam format yang meningkatkan keasaman darah, tarikan nafas menjadi pendek dan sering, hipotermia, juga koma, atau sampai kepada kematiannya.

Di dalam tubuh, formaldehida bisa menimbulkan terikatnya DNA oleh protein, sehingga mengganggu ekspresi genetik yang normal. Binatang percobaan yang menghisap formaldehida terus-terusan terserang kanker dalam hidung dan tenggorokannya, sama juga dengan yang dialami oleh para pegawai pemotongan papan artikel. Tapi, ada studi yang menunjukkan apabila formaldehida dalam kadar yang lebih sedikit, seperti yang digunakan dalam bangunan, tidak menimbulkan pengaruh karsinogenik terhadap makhluk hidup yang terpapar zat tersebut.

Pertolongan pertama bila terjadi keracunan akut

Pertolongan tergantung pada konsentrasi cairan dan gejala yang dialami korban. Sebelum ke rumah sakit, berikan arang aktif (norit) bila tersedia. Jangan melakukan rangsangan agar korban muntah, karena akan menimbulkan resiko trauma korosif pada saluran cerna atas. Di rumah sakit biasanya tim medis akan melakukan bilas lambung (gastric lavage), memberikan arang aktif (walaupun pemberian arang aktif akan mengganggu penglihatan pada saat endoskopi). Endoskopi adalah tindakan untuk mendiagnosis terjadinya trauma esofagus dan saluran cerna. Untuk meningkatkan eliminasi formalin dari tubuh dapat dilakukan hemodyalisis (cuci darah). Tindakan ini diperlukan bila korban menunjukkan tanda-tanda asidosis metabolik berat. (Admin Press)