Recent Posts

Senin, 11 Oktober 2010

..: tugas logam KROM (CR) bahan kontruksi kimia :..

Krom (Cr)
Logam krom (Cr) adalah salah satu jenis polutan logam berat yang bersifat toksik, dalam tubuh logam krom biasanya berada dalam keadaan sebagai ion Cr3+. Krom dapat menyebabkan kanker paru-paru, kerusakan hati (liver) dan ginjal. Jika kontak dengan kulit menyebabkan iritasi dan jika tertelan dapat menyebabkan sakit perut dan muntah. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengurangi kadar pencemar pada perairan biasanya dilakukan melalui kombinasi proses biologi, fisika dan kimia. Pada proses fisika, dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam bak penampung yang telah diisi campuran pasir, kerikil serta ijuk. Hal ini lebih ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan kotoran-kotoran kasar dan penyisihan lumpur. Pada proses kimia, dilakukan dengan menambahkan bahan-bahan kimia untuk mengendapkan zat pencemar misalnya persenyawaan karbonat.
Kromium (III) adalah esensial bagi manusia dan kekurangan dapat menyebabkan kondisi jantung, gangguan dari metabolisme dan diabetes. Tapi terlalu banyak penyerapan kromium (III) dapat menyebabkan efek kesehatan juga, misalnya ruam kulit. Kromium merupakan logam keras berwarna putih. Ditemukan di alam sebagai bijih krom besi, yaitu kromit (FeCr2O4) yang banyak ditemukan di Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua. Ditemukan pada tahun 1797 oleh Vauquelin, yang membuat logam khrom pada tahun berikutnya.. Kromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan nomor atom 24. Khrom juga berwarna abu-abu, berkilau, keras sehingga memerlukan proses pemolesan yang cukup tinggi.
Kromium (VI) adalah bahaya bagi kesehatan manusia, terutama bagi orang-orang yang bekerja di industri baja dan tekstil. Orang yang merokok tembakau juga memiliki kesempatan yang lebih tinggi terpapar kromium.
Kromium (VI) diketahui menyebabkan berbagai efek kesehatan. sebuah senyawa dalam produk kulit, dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti ruam kulit. Pada saat bernapas ada krom (VI) dapat menyebabkan iritasi dan hidung mimisan. Masalah kesehatan lainnya yang disebabkan:
-kulit ruam
- sakit perut dan bisul
- Masalah pernapasan
- Sistem kekebalan yang lemah
- Ginjal dan kerusakan hati
- Perubahan materi genetik
- Kanker paru-paru
- Kematian

Bahaya kesehatan yang berkaitan dengan kromium bergantung pada keadaan oksidasi. Bentuk logam (krom sebagaimana yang ada dalam produk ini) adalah toksisitas rendah. Bentuk yang hexavalent beracun. Efek samping dari bentuk hexavalent pada kulit mungkin termasuk dermatitis, dan reaksi alergi kulit. Gejala pernafasan termasuk batuk, sesak napas, dan hidung gatal.
Sumber Krom
Bijih utama khrom adalah khromit, yang ditemukan di Zimbabwe, Rusia, Selandia Baru, Turki, Iran, Albania, Finlandia, Republik Demokrasi Madagaskar, dan Filipina. Logam ini biasanya dihasilkan dengan mereduksi khrom oksida dengan aluminum.
Kegunaan Krom
Khrom digunakan untuk mengeraskan baja, pembuatan baja tahan karat dan membentuk banyak alloy (logam campuran) yang berguna. Kebanyakan digunakan dalam proses pelapisan logam untuk menghasilkan permukaan logam yang keras dan indah dan juga dapat mencegah korosi. Khrom memberikan warna hijau emerald pada kaca. Industri refraktori menggunakan khromit untuk membentuk batu bata, karena khromit memiliki titik cair yang tinggi, pemuaian yang relatif rendah dan kestabilan struktur kristal.Beberapa senyawa kromium digunakan sebagai katalis. Misalnya Phillips katalis untuk produksi polietilen adalah campuran dari kromium dan silikon dioksida atau campuran dari krom dan titanium dan aluminium oksida. Kromium (IV) oksida (CrO 2) merupakan sebuah magnet senyawa Kromium merupakan logam tahan korosi (tahan karat) dan dapat dipoles menjadi mengkilat. Dengan sifat ini, kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada ornamen-ornamen bangunan, komponen kendaraan, seperti knalpot pada sepeda motor, maupun sebagai pelapis perhiasan seperti emas, emas yang dilapisi oleh kromium ini lebih dikenal dengan sebutan emas putih.Perpaduan Kromium dengan besi dan nikel menghasilkan baja tahan karat.Kromium (IV) oksida digunakan untuk pembuatan pita magnetik digunakan dalam performa tinggi dan standar kaset audio.
Asam kromat adalah agen oksidator yang kuat dan merupakan senyawa yang bermanfaat untuk membersihkan gelas laboratorium dari setiap senyawa organik. Hal ini disiapkan dengan melarutkan kalium dikromat dalam asam sulfat pekat, yang kemudian digunakan untuk mencuci aparat. Natrium dikromat kadang-kadang digunakan karena lebih tinggi kelarutan (5 g/100 ml vs 20 g/100 ml masing-masing). Kalium dikromat merupakan zat kimia reagen, digunakan dalam membersihkan gelas laboratorium dan sebagai agen titrating.
Senyawa Krom
Senyawa komponen khrom berwarna. Kebanyakan senyawa khromat yang penting adalah natrium dan kalium, dikromat, dan garam dan ammonium dari campuran aluminum dengan khrom . Dikhromat bersifat sebagai zat oksidator dalam analisis kuantitatif, juga dalam proses pemucatan kulit. Senyawa lainnya banyak digunakan di industri; timbal khromat berwarna kuning khrom, merupakan pigmen yang sangat berharga. Senyawa khrom digunakan dalam industri tekstil sebagai mordan atau penguat warna. Dalam industri penerbangan dan lainnya,senyawa khrom berguna untuk melapisi aluminum.
Pelapisan krom
Pelapisan krom adalah suatu perlakuan akhir menggunakan elektroplating oleh kromium. Pelapisan dengan krom dapat dilakukan pada berbagai jenis logam seperti besi, baja, atau tembaga. Pelapisan krom juga dapat dilakukan pada plastik atau jenis benda lain yang bukan logam, dengan persyaratan bahwa benda tersebut harus dicat dengan cat yang mengandung logam sehingga dapat mengalirkan listrik. Pelapisan krom menggunakan bahan dasar asam kromat, dan asam sulfat sebagai bahan pemicu arus, dengan perbandingan campuran yang tertentu. Perbandingan yang umum bisa 100:1 sampai 400:1. Jika perbandingannya menyimpang dari ketentuan biasanya akan menghasilkan lapisan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Faktor lain yang sangat berpengaruh pada proses pelapisan krom ini adalah temperatur cairan dan besar arus listrik yang mengalir sewaktu melakukan pelapisan. Temperatur pelapisan bervariasi antara 35 °C sampai 60 °C dengan besar perbandingan besar arus 18 A/dm2 sampai 27 A/dm2. Elektroda yang digunakan pada pelapisan krom ini adalah timbal (Pb) sebagai anoda (kutub positif) dan benda yang akan dilapis sebagai katoda (kutub negatif). Jarak antara elektroda tersebut antara 9 cm sampai 29 cm. Sumber listrik yang digunakan adalah arus searah antara 10 - 25 Volt, atau bisa juga menggunakan aki mobil.
Pewarnaan Kulit Kromium (III) garam, terutama tawas krom dan kromium (III) sulfat, digunakan dalam penyamakan dari kulit. kromium (III) menstabilkan kulit secara lintas yang menghubungkan kolagen serat dalam kulit. Kromium kecokelatan kulit dapat mengandung antara 4 dan 5% dari kromium, yang erat terkait pada protein.
Peranan biologis Krom
Trivalen kromium (Cr (III) atau Cr 3 +) dalam menelusuri pengaruh jumlah gula dan lemak metabolisme pada manusia yang diduga menyebabkan penyakit yang disebut defisiensi krom. Sebaliknya, krom hexavalent (Cr (VI) atau Cr 6 +) sangat beracun dan mutagenik ketika dihirup. Cr (VI) belum ditetapkan sebagai karsinogen ketika dalam larutan, meskipun dapat menyebabkan alergi kontak dermatitis (ACD).
Penggunaan kromium suplemen makanan yang mengandung kontroversial karena efek kompleks digunakan suplemen.suplemen makanan yang populer kromium Picolinate kompleks menghasilkan kerusakan kromosom pada sel-sel hamster. Di Amerika Serikat, diet harian pedoman untuk kromium pengambilan diturunkan 50-200 μg untuk orang dewasa 35 μg (dewasa laki-laki) dan hingga 25 μg (betina dewasa).
Kromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan nomor atom 24. Kromium trivalen (Cr(III), atau Cr3+) diperlukan dalam jumlah kecil dalam metabolisme gula pada manusia. Kekurangan kromium trivalen dapat menyebabkan penyakit yang disebut penyakit kekurangan kromium (chromium deficiency). Kromium merupakan logam tahan korosi (tahan karat) dan dapat dipoles menjadi mengkilat. Dengan sifat ini, kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada ornamen-ornamen bangunan maupun pada komponen kendaraan seperti knalpot pada sepeda motor. Perpaduan Kromium dengan besi dan nikel menghasilkan baja tahan karat. Logam kromium murni tidak pernah ditemukan di alam, umumnya berada dalam bentuk persenyawaan padat atau mineral dengan unsur lain.
Kromium adalah logam yang tahan korosi oleh karena itu banyak digunakan sebagai pelapis elektrolit dan inhibitor korosi dalam campuran baja (alloy). Senyawa kromium dalam bentuk kromat dan dikromat sangat banyak digunakan oleh industri tekstil, fotografi, pembuatan tinta dan industri zat warna. Tingkat bilangan oksidasi kromium yang sering dijumpai adalah III dan VI. Cr(III) dalam larutan asam berupa ion Cr(H2O)63+, sedangkan dalam larutan yang basa berupa ion Cr{(OH)5(H2O)}2- dan CR(OH)63- Cr(VI) dalam larutan asam (pH lebih kecil dari 6) berupa ion HCrO4- dan Cr2OH42- yang berwarna jingga, sedangkan dalam larutan basa berupa ion CrO42- uang berwarna kuning. Pada pH yang rendah (sangat asam) hanya ion Cr2O72- yang ada di dalam larutan. Kromium yang telah ditemukan di alam kemudian masuk ke lingkungan melalui limbah industri dari lumpur elektroplating seperti limbah penyamakan dan pabrik inhibitor korosi (Suhendrayatna, 2008).
Pada masa sekarang ini, krorn telah diakui sebagai nutrien esensial yang berfungsi antara lain dalam metabolisme karbohidrat, lipid dan asam nukleat. Peranannya dalam menanggulangi diabetes melitus, aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Salah satu faktor yang “disalahkan” adalah pola diet tinggi karbohidrat yang diolah (refined) seperti kue, es krim dan sirop kaya sukrosa. Karena makanan sejenis itu selain miskin krom juga menguras kandungan krom tubuh. Krom adalah nutrien esensial, efektif jika dipakai untuk mencegah dan mengobati keadaan defisiensinya.
Bentuk Kromium
Seperti logam jarang lain yang esensial, krom adalah suatu unsur peralihan dalam tabel berkala. Kemampuan deret unsur-unsur ini untuk membentuk senyawa koordinasi dan kelat adalah suatu sifat kimia penting yang membuat logam-logam esensial tersedia untuk sistem-sistem kehidupan. Krom di dalam makanan terdapat sekurang-kurangnya dalam dua bentuk yaitu sebagai Cr3+ dan di dalam suatu molekul yang aktif secara biologis. Walaupun belum sepenuhnya dicirikan, molekul yang aktif secara biologi itu tampaknya ialah suatu kompleks dinikotinatokrom3+, terkoordinasikan dengan asam-asam amino (mungkin sekali glutation) yang membuat molekul itu stabil (Nasoetion dan Karyadi, 1988).
Fungsi Kromium
Kromium membantu mengawal tahap gula dalam darah. Ia mungkin juga membantu dalam mengurangkan simptom kelaparan fisiologi dan memainkan peranan dalam mengurai lemak. Adapun Fungsi Utama dari Kromium adalah:
• Kromium terlibat dalam pengeluaran tenaga dari lemak dan karbohidrat.
• Kromium dipercayai bekerja dengan hormon insulin untuk mengawal tahap gula dalam badan dan membantu dalam menurunkan tahap kolesterol.
Sumber Kromium
Kromium dibutuhkan tubuh untuk proses yang mengubah makanan menjadi energi, membantu sel-sel utama insulin untuk mengambil glukosa. Jumlah krom yang tersedia dari makanan untuk keperluan metabolik, sebagian bergantung pada krom total dalam suatu jenis makanan tertentu dan sebagian lagi pada bentuk kimianya. Kadar krom rata-rata yang direkomendasikan untuk konsumsi harian adalah 50-200 mikrogram. Adapun sumber-sumber kromium terbaik adalah daging (terutama hati dan daging organ lain), ragi bir, biji-bijian tak disosoh, kacang-kacangan, keju roti, gandum, sereal, bir dan anggur. Makanan yang bersifat asam memperbesar pelarutan krom dari peralatan masak baja tahan karat, akan tetapi belum dapat dipastikan apakah hal ini ada manfaatnya untuk penambahan sumber krom makanan.
Defisiensi Kromium
Bahwa defiensi krom diaplikasikan dalam beberapa bentuk diabetes telah ditunjukkan dalam studi-studi kassus alimentasi parental. Penurunan kandungan krom jaringan dengan umur dapat mencerminkan sekurang-kurangnya untuk sebagian, adamya defisiensi krom di dalam makanan Di Amerika Serikat dan di masyarakat lain yang teknologinya sudah maju. Schoeder et al. Mengkorelasikan nilai-nilai kandengan krom jaringan dengan nilai dugaan konsumsi krom dalam makanan berbagai populasi dan menemukan konsumsi krom dalam makanan di Amerika Serikat berkisar antara 5 sampai 150 per hari dengann rata-rata 60 , jauh lebih rendah daripada konsumsi-konsumsi yang dilaporkan dari berbagai wilayah di selur dunia.
Kandungan krom yang lebih rendah diduga terjadi akibat pengolahan dan pemurnian pangan, dengan kehilangan krom diperkirakan sampai 80 persen untuk jenis bahan pangan, karena ada kecenderungan orang lebih menyukai serealia, biji-bijian, lemak dan gula yang telah dimurnikan dan diolah lebih lanjut, dan mengingat bahwa dalam bentuknya yang dimurnikan bahan-bahan itu adalah sumber krom. Amerika Serikat agaknya terdapat konsumsi krom yang sanagt marginal.
Penelitian-penelitian tentang suplementasi Cr3+ pada subjek manula memberikan dugaan adanya difisiensi krom dalam kelompok inidan memperkuat proporsi bahwa konsumsi krom dalam makanan Amerika Serikat mungkin tidak cukup untuk memelihara kandungan krom jaringan sepanjang hayat. Ketidakcukupan konsumsi krom dapat bertanggung jawab sekurang-kurangnya atas beberapa kasus peningkatan ketidaktoleran glukosa dengan meningkatnya usia. Masalah analitik dan intrumental menghambat suatu usaha pembuktian adanya hubungan langsung seperti itu pada manusia.
Toksisitas Kromium
Kontaminasi logam berat di lingkungan merupakan masalah besar dunia saat ini. Persoalan spesifik logam berat di lingkungan terutama karena akumulasinya sampai pada rantai makanan dan keberadaannya di alam, serta meningkatnya sejumlah logam berat yang menyebabkan keracunan terhadap tanah, udara dan air meningkat. Proses industri dan urbanisasi memegang peranan penting terhadap peningkatan kontaminasi tersebut. Suatu organisme akan kronis apabila produk yang dikonsumsikan mengandung logam berat. Kromium (Cr) merupakan elemen berbahaya di permukaan bumi dan dijumpai dalam kondisi oksida antara Cr(II) sampai Cr(VI), tetapi hanya kromium bervalensi tiga dan enam memiliki kesamaan sifat biologinya. Kromium bervalensi tiga umumnya merupakan bentuk yang umum dijumpai di alam dan dalam material biologis kromium selalu berbentuk tiga valensi, karena kromium enam valensi merupakan salah satu material organik pengoksida tinggi. Kromium tiga valensi memiliki sifat racun yang rendah dibanding dengan enam valensi. Pada bahan makanan dan tumbuhan mobilitas kromium relatif rendah dan diperkirakan konsumsi harian komponen ini pada manusia di bawah 100 µg, kebanyakan berasal dari makanan, sedangkan konsumsinya dari air dan udara dalam level yang rendah. Kromium adalah zat gizi esensial untuk hewan dan mungkin untuk manusia. Teloransi glukosa akan terganggu pada hewan yang kekurangan kromium, tetapi suatu postulat tentang faktor teloransi glukosa belum diisolasikan atau dicirikan. Konsumsi yang di anjurkan oleh Food and Nutition Board National Research Council serta dianggap aman dan cukup adalah 50 sampai 200 µg per hari. Penentuan kebutuhan kromium yang tepat untuk manusia, tetap merupakan pekerjaan yang sulit, meliputi indentifkasi fungsi fisiologik khusus yang berhubungan dengan kadar kromium, tidak terang-terangan melawan dan berpengaruh terutama terhadap fungsi-fungsi tersebut dengan faktor-faktor yang berdampingan.
Dampak lingkungan kromium
Ada beberapa jenis kromium yang berbeda dalam efek pada organisme. Kromium memasuki udara, air dan tanah di krom (III) dan kromium (VI) bentuk melalui proses-proses alam dan aktivitas manusia. kegiatan utama manusia yang meningkatkan konsentrasi kromium (III) yang meracuni kulit dan manufaktur tekstil. Kegiatan utama manusia yang meningkatkan kromium (VI) konsentrasi kimia, kulit dan manufaktur tekstil, elektro lukisan dan kromium (VI) aplikasi dalam industri.
Aplikasi ini terutama akan meningkatkan konsentrasi kromium dalam air. Melalui kromium pembakaran batubara juga akan berakhir di udara dan melalui pembuangan limbah kromium akan berakhir di tanah. Sebagian besar kromium di udara pada akhirnya akan menetap dan berakhir di perairan atau tanah. Kromium dalam tanah sangat melekat pada partikel tanah dan sebagai hasilnya tidak akan bergerak menuju tanah. Kromium dalam air akan menyerap pada endapan dan menjadi tak bergerak.Hanya sebagian kecil dari kromium yang berakhir di air pada akhirnya akan larut.
Kromium (III) merupakan unsur penting untuk organisme yang dapat mengganggu metabolisme gula dan menyebabkan kondisi hati, ketika dosis harian terlalu rendah.
Kromium (VI) adalah terutama racun bagi organisme. Dapat mengubah bahan genetik dan menyebabkan kanker. Tanaman mengandung sistem yang mengatur kromium-uptake harus cukup rendah tidak menimbulkan bahaya. Tetapi ketika jumlah kromium dalam tanah meningkat, hal ini masih dapat mengarah pada konsentrasi yang lebih tinggi dalam tanaman. Peningkatan keasaman tanah juga dapat mempengaruhi pengambilan kromium oleh tanaman. Tanaman biasanya hanya menyerap kromium (III).
Ini mungkin merupakan jenis penting kromium, tetapi ketika konsentrasi melebihi nilai tertentu, efek negatif masih dapat terjadi. Kromium tidak diketahui terakumulasi dalam tubuh ikan, tetapi konsentrasi tinggi kromium, karena pembuangan produk-produk logam di permukaan air, dapat merusak insang ikan yang berenang di dekat titik pembuangan.
Pada hewan, kromium dapat menyebabkan masalah pernapasan, kemampuan yang lebih rendah untuk melawan penyakit, cacat lahir, infertilitas dan pembentukan tumor.

..: tugas desain experimental tekim'09 :..

FAKULTAS TEKNIK PROGRAM EKSTENSI
JURUSAN TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2009
JUDUL MAKALAH :
PEMBUATAN SILASE DARI LIMBAH IKAN GABUS DENGAN MENGGUNAKAN ASAM KHLORIDA DAN ASAM FORMIAT
Pendahuluan:
 Pada umumnya Sumatera Selatan dikenal sebagai “Kota Empek – Empek” bahan utamanya adalah daging ikan segar terutama ikan gabus, sedangkan limbahnya berupa tulang, isi perut (jeroan), kepala dan sirip di buang begitu saja. Limbah ikan segar yang berupa kepala, sirip, jeroan dan tulang mempunyai nilai gizi yang tinggi sangat cepat mengalami pembusukan bila tidak mendapatkan perlakuan pengawetan tertentu.
 Limbah ikan tersebut umumnya belum dimanfaatkan dengan baik, dibuang langsung di perairan Sungai Musi sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Perumusan Masalah
Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah pengaruh komposisi dari asam khlorida dan asam formiat untuk mendapatkan produk silase dari limbah ikan gabus yang sesuai dengan standar mutu.

Tujuan Penelitian
Untuk membuat rancangan desain dan menganalisa desain experinmental dari pengolahan data sebuah riset.
Manfaat Penelitian
Untuk mencari kondisi kualitas silase yang sesuai standar.

Silase
Pengertian Silase
Fish silage atau silase adalah suatu produk cair yang dibuat dari limbah ikan yang dicairkan oleh enzim – enzim yang terdapat pada ikan itu sendiri dengan bantuan asam sengaja ditambahkan. Selain mempercepat proses pencairan, penambahan asam yang juga bersifat menghambat pertumbuhan atau bahkan mematikan jasad – jasad renik pembusuk. Pada prinsip pengawetan ikan secara silase adalah menurunkan pH atau dapat mencapai tingkat asam yang tinggi pada ikan dengan penambahan asam – asam organik atau anorganik, atau kombinasi dari asam organik dan anorganik sehingga bakteri pembusuk tidak dapat tumbuh.
Sialse dapat digunakan sebagai penambah atau sumber protein yang utama dalam ransum atau pakan ternak seperti ayam, babi, dan iakn budidaya. Teknik pengolahan produk ini dapat dilakukan dengan dua cara pengolahan, yaiut dengan proses kimia, proses biologi. Silase dapat diproses lebih lanjut menjadi tepsil (Tepung Silase), yaitu dapat dicampurkan dengan dedak, tepung ketela pohon dan tepung jagung.

Mikrobiologi dan Keamanan Silase
Selama penyimpanan silase ikan terfermentasi, protein didegradasi menjadi asam – asam amino dan peptida oleh aktivitas enzim – enzim didalam usus terutama pepsin. Pepsin ni masih aktif pada pH 4,4 tetapi selama penyimpanan aktivitas enzim ini menurun dengan cepat. Selanjutnya dinyatakan bahwa pada pH 4,4 dan 5,0 proteolisis juga terjadi selama penyimpanan yang disebabkan oleh aktivitas enzim cathepsin (enzim pada daging ikan).
Selama penyimpanan silase ikan terfermentasi, terjadi peningkatan amoniak, amin, asam – asam amino dan peptida yang disebabkan oleh aktivitas enzim proteolitik (autolitik), sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan pH. Selama penyimpanan silase ikan terfermentasi, terjadi proses lipolisis atau degradasi lemak menjadi asam – asam lemak dan gliserol oleh aktivitas enzim lipase baik yang berasal dari ikan maupun yang dihasilkan oleh mikroba. Penurunan pH yang cepat dan produksi substansi antibakteri yang disebabkan oleh aktivitas asam laktat merupakan penyebab terhambatnya pertumbuhan Enterobactericeae dan genus Clostridium, Streptococcus, dan Basillus.


Komposisi Kimia dan Nilai Gizi Silase
Komposisi kimia silase ikan bervariasi sesuai dengan komposisi bahan bakunya, lamanya fermentasi dan lamanya penyimpanan. Berdasarkam haisl penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Silase iakn terfermentasi mengandung nilai gizi seperti pada Tabel 3 dibawah ini :


TABEL
KANDUNGAN NILAI GIZI DARI PRODUK SILASE
IKAN TERFERMENTASI
No Komponen Nilai Gizi (%)
1 Protein 18 – 20
2 Lemak 1 – 2
3 Abu 4 – 6
4 Kapur 1 – 3
5 Posfor 1,3 – 0,9
6 Air 70 - 75
Sumber : Balai Penelitian Perikanan Laut, Slipi, 1990

Beberapa penelitian melaporkan bahwa silase terfermentasi memiliki nilai gizi yang cukup tinggi dan dapat disimpan dalam waktu 4 – 6 bulan. Nilai protein silase ini sama dengan buruk skim atau tepung ikan. Hal ini disebabkan karena adanya proteksi lemak.


Pengolahan Silase
Pengolahan silase dapat dilakukan denga dua cara, yaitu :
1. Pengolahan secara kimia
Menggunakan asam – asam organik, anorganik dan kombinasi asam organik – organik. Jenis – jenis asam yang digunakan untuk pengolahan silasa dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini,
2. Pengolahan secara biologis
Menggunakan sumber karbohidrat, dimana sumber karbohidrat tersebut didapat dari asinan kubis dan tetes tebu.


TABEL
JENIS – JENIS ASAM YANG DIGUNAKAN
PADA PENGOLAHAN SILASE
No Bahan Baku Jenis Asam
1 Asam Organik
o Ikan Kembung
o By-catch Udang
o Formiat
o Formiat
2 Asam An-organik
o Limbah ikan berdaging putih
o Sulfat
3 Asam Organik – Anorganik
o Limbah ikan berdaging putih
o By-catch Udang
o Limbah Ikan (kepala, sirip, dan perut ikan)
o Formiat – Sulfat

o Formiat – Sulfat
o Formiat – Klorida
4 Asam Organik – Organik
o Isi Perut
o By-catch Udang
o Formiat 85% - Propionat 85%
o Formiat - Propionat
Sumber : Kompiang, 1990

Protein
Protein merupakan suatu makanan yang sangat baik bagi tubuh ikan karena zat ini disamping berfungsi sebagai bahan bakar dalam tubuh, juga berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur. Protein adalah sumber – sumber asam amino yang mengandung unsur – unsur C, H, O dan N yang tidak terdapat pada lemak dan karbihidrat (Winarno, 1991).
Protein mempunyai molekul yang sangat besar (jumlahnya mencapai jutaan), karena itulah molekul protein mudah sekali mengalami perubahan fisik dan kimia. Faktor – faktor yang dapat menyebabkan perubahan sifat tersebut adalah panas, garam, asam dan basa. Secara umum struktur protein dapat dituliskan sebagai berikut :

O O

NH – CH – C – NH – CH – C

R R

Berdasarkan hasil – hasil hidrolisis protein terbagi atas 2 golongan yaitu :
1) Protein tunggal, pada hidrolisis golongan ini hanya menghasilkan asam – asam amino karboksilat.
2) Protein majemuk, pada hidrolisis golongan ini diamping asam – asam amino terbentuk juga senyawa – senyawa lain seperti asam fosfat.
Dalam penentuan kadar protein dapat digunakan metode kejedhal dengan persamaan sebagai berikut, (Sudarmadji et-all, 1989).



% KP = % N x 6,25




Kadar Air
Kadar air silase pada awal penyimpanan lebih rendah daripada setelah dilakukan penyimpanan. Kandungan air silase berkisar antara 70 – 75%. Kadar air dihitung dengan persamaan sebagai berikut, (Sudarmadji e-all,1989)



Lemak
Lemak adalah sumber tenaga yang lebih besar dibandingkan dengan karbohidrat. Nilai gizi lemak diperngaruhi oleh kandungan asam lemaknya, khususnya asam – asam lemak essensial. Asam lemak essensial ini banyak terdapat dalam tepung ikan, tepung kepala udang dan lain sebagainya.
Pada lemak makanan kadar lemak yang berlebih berpengaruh buruk pada mutu makanan sebab lemak mudah sekali teroksidasi dan menghasilkan bau tengik. Penurunan kadar lemak pada silase saat penyimpanan terjadi oleh proses lipolisis (hidrolisis lemak oleh aktivitas enzim lipase). Menghitung berat lemak silase dapat dihitung dengan rumus berikut :



Variasi Volume HCl dan HCOOH terhadap Hasil Kadar Air Selama Penyimpanan
Tabel hasil Analisa Kadar Air

No. % Kadar air
Perbandingan volume asam (ml) Lama Penyimpanan (Hari)
HCl HCOOH Rata- rata
1. 1 5 30 78,47
2. 2 4 30 76,78
3. 3 3 30 75,77
4. 4 2 30 74,14
5. 5 1 30 72,89



DISAIN EKSPERIMENTAL

K=3, run = 2K = 23 = 8 tempuhan
Data variabel

variabel satuan - +
Rasio HCl/ HCOOH ml 1/ 5 2/4
lama penyimpanan hari 30 30
kadar air % 78,47 76,78






Desain awal :

run RHH DAY KA atau RHH DAY KA
1 - - - 0 0 0
2 + - - 1 0 0
3 - + - 0 1 0
4 + + - 1 1 0
5 - - + 0 0 1
6 + - + 1 0 1
7 - + + 0 1 1
8 + + + 1 1 1



Data 23 disain, hasil eksperimen
Atau dalam matriks

test run RHH DAY KA volume terhadap hasil kadar air
1 1/5 30 78,47 50
2 2/4 30 78,47 63
3 1/5 30 78,47 45
4 2/4 30 78,47 59
5 1/5 30 76,78 43
6 2/4 30 76,78 74
7 1/5 30 76,78 36
8 2/4 30 76,78 71


test run RHH DAY KA volume terhadap hasil kadar air
1 1/5 30 78,47 50(-)
2 2/4 30 78,47 63(+)
3 1/5 30 78,47 45(+)
4 2/4 30 78,47 59(-)
5 1/5 30 76,78 43(+)
6 2/4 30 76,78 74(-)
7 1/5 30 76,78 36(-)
8 2/4 30 76,78 71(+)

Main effects :

Variabel RHH :
RHH = - 50 + 63 – 45 + 59– 43 + 74 – 36 + 71
4
= 23,25
Variable Day :
Day = - 50– 63+ 45+ 59 – 43 – 74 + 36 + 71
4
=-4,75
Variabel KA :
KA = - 50– 63– 45– 59 + 43 + 74 + 36 + 71
4
= 1,75

Artinya :
- Rasio HCL dan HCOOH (RHH) memberi efek rata-rata positif sekitar 23,25 + error
- Hari (DAY) memberi efek negative sekitar -4,75 +error
-Kadar Air (KA) memberi efek positif sekitar +1,75 +error







Menghitung Efek Interaksi
Interaksi 2 Faktor
Interaksi RHH dan KA (Dik main eff RHH = 23,25)

KA RHH (efek rata-rata)
(+)76,78 = 1/2 (V6-V5+V8-V7)
=1/2 (74-43+71-36)
= 33
(-)78,47 =1/2(V2-V1+V4-V3)
=1/2(63-50+69-45)
= 18,5
Sehingga

KA RHHeff
(+) Y 33


(-) X 18,5 (-)
14,5
RHH KA interaksi = 14,5 /2 = 7,25







Kemudian,
Main eff KA = 1,75

RHH KA
(+) 2/4 7,25 + 1,75 = 9


(-) 1/5 -7,25 + 1,75 = -5,5 (-)
14,5

INTERAKSI DAY dan RHH

DAY RHH
(+) 30 23,25 + 1,75 = 25


(-) 20 23,25 - 1,75 = 21,5 (-)
3,5
RHH DAY INTERACTION = 3,5 / 2 = 1,75 DST





Atau Dapat Diolah Dari Matriks Disain sbb

RUN RHH DAY KA V RHH.DAY RHH.KA DAY.KA RHH.DAY.KA
1 - - - 50 + + + -
2 + - - 63 - - + +
3 - + - 45 - + - +
4 + + - 59 + - - -
5 - - + 43 + - - +
6 + - + 74 - + - -
7 - + + 36 - - + -
8 + + + 71 + + + +

Rat a-rata efek :
= - 50+63+ 45- 59 + 43 – 74 - 36 + 71
4
= 0,75
Grafik Perbandingan Volume HCl dan HCOOH terhadap Persen Rata-Rata Kadar Air


Analisa dan Rekomendasi


Variasi Volume HCl dan HCOOH terhadap Hasil Kadar Air Selama Penyimpanan
Tabel hasil Analisa Kadar Air

No. % Kadar air
Perbandingan volume asam (ml) Lama Penyimpanan (Hari)
HCl HCOOH Rata- rata
1. 1 5 30 78,47
2. 2 4 30 76,78
3. 3 3 30 75,77
4. 4 2 30 74,14
5. 5 1 30 72,89


Pada perbandingan volume asam 1 ml HCL : 5 ml HCOOH hasil yang diperoleh 78,47 %, pada perbandingan volume asam 2 ml HCL : 4 ml HCOOH hasil yang diperoleh 76,78 %, pada perbandingan volume asam 3 ml HCL : 3 ml HCOOH hasil yang diperoleh 75,77 %, pada perbandingan volume asam 4 ml HCL : 2 ml HCOOH hasil yang diperoleh 74,14 %, pada perbandingan volume asam 5 ml HCL : 1 ml HCOOH hasil yang diperoleh 72,89 %.


Analisa :
Pada perbandingan volume antara HCL dan HCOOOH , memberi pengaruh pada persentase kadar air.
Semakin besar volume HCOOH pada pencampuran maka, kadar air akan semakin meningkat.

Rekomendasi :
1. Pada riset ini seharusnya lama penyimpanan lebih bervariasi sehingga dapat menghasilkan kemungkinan lain yang dapat mempengaruhi hasil kadar air.
2.Konsentrasi larutan asam klorida yang dipakai hendaknya digunakan dalam jumlah serendah mungkin agar tidak terjadi keadaan yang tidak di inginkan (bahaya)
3.Untuk mendapatkan hasil pencampuran HCOOH dan HCl yang baik , yang ditandai dengan kecilnya persentase kadar air sebaiknya jumlah HCOOH dalam pencampuran tidak terlalu besar.
4.Pemberian asam formiat atau asam semut atau (HCOOH) yang biasa digunakan untuk keperluan pembekuan atau koagulasi harus diperhatikan pula jumlah perbandingannya (tidak terlalu jauh) dengan asam klorida (HCl) agar tidak terlalu menggumpal.

Rabu, 01 September 2010

,,: kegiatan ramadhan 2010 cLc :..

alhamdulillah ,,

kami dari CLC pada tahun ini mengadakan acara buka puasa bersama anak yatim piatu. bisa hubungi cLc yang berada di palembang : nevi(beb) dimohon buat anak2 clc yang berada dipalembang diharapkan kedatangan nya..


terima kasih -biji-

contac palembang :

ayu putri ayik novianty ( biji )
Nanin ardiyanty ( umi )
Nevi Yulita Sari ( beb )
Rismawati ( kutil )
Muhammad syafrudin ( udin )
Diana putri sari ( diana )


Nb : hari jumat RAPAT

Selasa, 31 Agustus 2010

..; tugas statistik 1 :..

Data pemakaiaan energi final menurut sektor berdasarkan statistik energi Indonesia 2004, Pusat Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta. 2004
tahun Sektor [ribu SBM] non energi jumlah
industri Rumah Tangga & komersial transportasi lainnya
1996 115294 72984 116189 33018 36499 373984
1997 125068 79208 122833 34406 37161 398676
1998 123833 83103 123558 25493 36875 392863
1999 160372 87085 128834 25363 42888 444542
2000 184118 92706 137440 26138 45830 486233
2001 197892 97480 143624 26860 41333 507190
2002 197499 101540 149107 27608 48156 523911
2003 189714 106291 155121 28812 45658 525597
Jumlah per sektor 1293790 720397 1076706 227698 334400 3652996
rata-rata 161723.75 90049.625 134588.25 28462.25 41800 456624.5
persentase (%) 35.41723013 19.72071691 29.47460112 6.23318503 9.154129925

Pertanyaan :
1. Buatlah pernyataan statistik terikat pembacaan data diatas sedikitnya 15 pernyataan statsitik yang telah diolah.
2. Persentasikan data tersebut dalam 3 grafik yang dapat mewakili.
3. Lakukan analisa dan kesimpulan yang dapat anda tarik berdasarkan pengolahan data tersebut.
Jawab :
Pernyataan :
a. Data pada sektor [ribu SBM] mempunyai dua sektor yaitu rumah tangga dan transportasi yang setiap tahunnya mengalami peningkatan dan penurunan energi Final.
b. Kebutuhan energi Industri cenderung dari tahun ke tahun meningkat,tetapi pada tahun 2002-2003 mengalami penurunan pemakaian energi.
c. Pemakaian energi rumah tangga dan komersial dari tahun ke tahun mengalami beberapa peningkatan, ini membuktikan bahwa semakin besar keperluan energi dalam rumah tangga dan komersial.
d. Persentase Energi Finali pada ketiga sektor [ribu SBM] yang tertinggi ialah terdapat pada industry.
e. Di sektor trasportasi kebutuhan energi terbesar ke 2 setelah indutri bisa dilihat dari tahun berikutnya kebutuhan energi transportasi mengalami kebutuhan yang cukup pesat.
f. Pemakaian energi final transportasi pada tahun 1996-2003 mengalami cukup peningkatan.
g. Pada Non energi , pemakaian energi final mengalami penurunan pada tahun 1998,2001,dan 2003.
h. Pemakaian jumlah energi final yang pada sektor [ribu SBM] yang paling rendah pada energi sektor lainnya.
i. Pemakaian Energi final pada tahun 2003 yang mengalami peningkatan hanya pada pemakaian Energi Final pada transportasi.
j. Persentase dari seluruh pemakaian Energi final yang paling rendah pada non energi.
k. Jumlah dari keseluruhan pemakaian Energi final mengalami peningkatan jumlah dari tahun ke tahun.
l. Pada tahun 2001-2002 pemakaian energi final non energi mengalami peningkatan yang cukup tinggi.
m. Pemakaian pada sektor [ribu SBM] transportasi yang tidak ada penurunan energi tetapi dari tahun ke tahun mengalami pemakaian energi yang cukup tinggi
n. Pada tahun 1997 di setiap sektor mengalami peningkatan pemakaian dari pada pemakaian tahun 1998 cenderung mengalami penurunan.
o. Dari jumlah pemakaian persektor pada Energi final , pemakaian industry yang menduduki pemakaian energi final yang tertinggi.
p. Pada keseluruhan energi final yang paling tinggi terdapat pada tahun 2003.





Grafik Batang :

Grafik Pie :




Grafik Garis :

Kesimpulan :
1. Keseluruhan pemakaian energi final pada data tersebut, menunjukan pemakaian energi final yang paling tinggi terdapat pada sektor [ribu SBM] yaitu Industri. Ini dapat dilihat dari kenaikan grafik yang menunjukan peningkatan dan besarnya persentase dari energi Final tersebut.
2. Pada data pemakian energi final pada tahun 1998-2001 mengalami pemakaian energi final di bawah rata-rata.
3. Dari jumlah energi final seluruh sektor per tahun , mengalami kecenderungan peningkatan atau kenaikan jumlah pemakaian energi final.


Analisa :
Dari tahun 1996 sampai 2003 pemakaian energi final berdasarkan data dan grafik mengalami kecenderungan peningkatan dikarenakan beberapa faktor yaitu, pertambahan penduduk yang memungkinkan kebutuhan energi final yang cukup banyak, bertambah nya pabrik atau industri rumahan yang memungkinkan kebutuhan energi tersebut dalam jumlah besar,bertambahnya transportasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari beberapa faktor tersebut memungkinkan menjadi faktor peningkatan energi final di setiap tahunnya.

Kamis, 26 Agustus 2010

..: my agust :..

selama bulan agustus

kesehatan : baik-baik saja.walaupun sering sariawan..

dompet : rada2 tebel..kan puasa,,bisa ngirit,,heheheheheh

cinta : hmm,,dapet orang yang sayang ni sama ayik,, 08 08 2010 pukul 08.00 malam.
saddam - ayik :D

orang tua : lagi sibuk nyiapin buat lebaran heheheheheheh...plus THR ..

di kampus : rada pusing ,,karena tugas betubi2...

kegiatan : memulai kuliah semester 3, menyambut bulan puasa :D,,dan bisa bubar bareng sama teman2 dan orang tersayang,, menjadi bulan yang penuh berkah di tahun ini..

irc : rada rame ..ngadain acara bubar :D

harapan : semoga bulan2 berikutnya semakin baik dan menjadi acuan :D

..: si semester 3 ini :..

di semester 3 ini saya dapat 18 sks sesuai dengan paket ketentuan dari universitas..

SP fisika dasar 1 teori juga sukses "B"

harapan :
semoga disemester 3 ini tambah rajin belajar dan mendapatkan ip yang sesuai
semoga juga di lancarkan seluruh urusan..
tambah kompak dengan teman2..
bisa selalu ngebanggain dan menjaga nama baik orang tua..
semakin hari juga semakin harus membaik,,
belajar dari kesalahan masa lalu..
dan menjadikan acuan dan semangat untuk hidup..

-tekim ext 09 SEMANGAT -
by : ayu putri novianty aka ayik :D

..: tugas pengantar energi "meteorlogi":..

PENGERTIAN METEOROLOGI

Berasal dari bahasa Ynani : "METEOROS" atau ruang atas yakni astmosfer, ogos atau ilmu.

Meteorolgi adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari atau membahas pembentukan dan gejala perubahan cuaca serta fisika yang berlangsung di atmosfer.

CABANG - CABANG ILMU METEROLOGI
1. KLIMATOLOGI / IKLIM.
Yakni Ilmu pengetahuan yang membahas keadaan cuaca secara umum atau secara rata - rata

2. METEOROLOGI SYNOPTIK
Yakni cabang imu pengetahuan yang membahas dan mempelajari arus cuaca dan di gambarkan di atas peta synoptik sehingga dapat menerangkan perkembangan cuaca yang akan datang.

3. METEOROLOGI AEROLOGI
Yakni cabang Ilmu yang mempelajari dan membahas keadaan cuaca di lapisan atas permukaan bumi.

4. METEOROLOGI PENERBANGAN
Yakni cabang Ilmu yang mempelajari dan membahas keadaan cuaca untuk keperluan Penerbangan.

5. METEOROLOGI MARITIM
Yakni cabang Ilmu yang mempelajari dan membahas keadaan cuaca untuk keperluan pelayanan informasi maritim.

6.METEOROLOGI PERTANIAN
Yakni cabang Ilmu yang mempelajari dan membahas keadaan cuaca untuk keperluan informasi kegiatan pertanian.

UNSUR METEOROLOGI
1. Matahari sebagai sumber Energi
2. Gerakan Bumi
3. Gerakan Praecessi
4. Temperatur Permukaan Bumi

I. MATAHARI SEBAGAI SUMBER ENERGI
Matahari merupakan massa gas yang pijar dengan temperatur sekitar 6000 derajat Kelfin sedangkan bumi merupakan planet yang ketiga terdekat dari matahari.

2.GERAKAN BUMI
Bumi juga bergerak mengelilingi sumbunya yang di sebut dengan :
-Rotasi Bumi
-Revolusi Bumi

-GERAKAN ROTASI BUMI
Yaitu gerakan permukaan bumi ke arah Timur mengelilingi sumbunya yang melalui kutub bumi selama 24 jam.
Dimana akibat dari rotasi bumi maka akan mengalami perubahan cuaca berbeda - beda selama 24 jam.Lebih tepatnya menurut " Sideral Day" mempunyai periode waktu 23 jam 56 menit 4,09 detik.

-GERAKAN REVOLUSI BUMI
Yaitu gerakan bumi yang mengelilingi matahari dengan lintasan yang berbentuk Ellips,Hal ini sebagai "Titik Pusat Focusnya"
Dalam peredaranya mengelilingi matahari maka sumbu perputaran bumi tidak berkedudukan tegak lurus tetapi tidak miring sudut sebesar 66,5 derajat dengan ini menyebabkan equator tidak berimpit dengan terhadap bidang eliptika melainkan mempunyai kedudukan yang miring membentuk sudut 23,5derajat.


MACAM - MACAM MUSIM :
21 Maret - Belahan Utara Spring - Belahan Selatan Autum
21 Juni - Belahan Utara Summer - Belahan Selatan Winter
21 September - Belahan Utara Autum - Belahan Selatan Spring
21 Desember - Belahan Utara Winter - Belahan Selatan Summer

Alat - Alat Yang Untuk Suatu Udara :
1. Barometer
2. Thermometer
3. Hygrometer
4. Anenometer dan Wind Vane
5. Wheather Faxymile

1. BAROMETER
Digunakan Untuk Tekanan Udara

Jenis - jenisnya :
a. Barometer Air Raksa
b. Barometer Aneroid / Barometer Logam
c. Barograf

2. THERMOMETER
Digunakan mengukur Temperatur Udara

Pembagian nya :
a). Thermometer Zat Cair
b). Thermometer Logam

a). THERMOMETER ZAT CAIR
1. Air Raksa
2. Alkohol ( Btas Penggunaan Kurang Lebih 100 Derajat Celcius )
3. Petrolium Ether ( Batas Penggunaan nya kurang lebih -200 derajat Celcius)

3.HYGROMETER
Digunakan Untuk Mengukur Basah Udara Relatif

4. Anemometer dan Wind Vane
Digunakan Untuk Kecepatan Udara

5. WHETHER FAXYMILE
Sama dengan BAROMETER namun dengan Kertas

Ditulis dalam Model Meteorologi, Natural Hazard | 2 Komentar - komentar »
Analisis Wavelet Pada Bidang Meteorologi
Ditulis oleh kadarsah di/pada April 28, 2008
Analisis wavelet merupakan metode yang umum digunakan pada berbagai bidang disiplin ilmu, salah satunya meteorologi. Dalam meteorologi analisis wavelet dapat digunakan untuk mengetahui siklus curah hujan pada suatu kawasan serta menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi curah hujan tersebut.
Dengan menggunakan analisis wavelet pada curah hujan bulanan (time series) disuatu daerah dapat diketahui:
1. Periode curah hujan daerah tersebut apakah setahun, setengah tahun atau memiliki periode lainnya serta kapan terjadinya.
2. Faktor yang mempengaruhi curah hujan daerah tersebut. Misalnya,periode curah hujan daerah tersebut selama setengah tahun,maka dapat disimpulkan bahwa daerah tersebut dipengaruhi monsoon (sebab periode monsoon setiap setengah tahun sekali dan daerah yang dimaksud termasuk daerah yang dipengaruhi monsoon).
3. Beberapa periode yang dominant dan tidak dominant
4. Menentukan pola curah hujan daerah tersebut apakah termasuk daerah : lokal,ekuatorial atau monsun
Sedangkan cross wavelet transform dan wavelet coherence digunakan untuk mendeteksi hubungan dalam domain frekuensi waktu antara dua time series.
Untuk melakukan analisis wavelet ini bisa digunakan fortran, IDL dan Matlab. Dalam tulisan ini digunakan matlab sebab matlab memiliki fitur yang dapat digunakan untuk analisis wavelet secara praktis dan efisien.
Wavelet transform terbagi menjadi CWT (Continous Wavelet Transform) dan DWT (Discrete Counterpart Wavelet Transform). DWT digunakan untuk mereduksi noise dan kompresi data, sedangkan CWT untuk ektrasi data. CWT digunakan untuk mendeteksi kemungkinan adanya hubungan antara dua times series secara bersamaan dan proses sebab akibat diantara keduanya. Dari dua time series tersebut dilakukan analisis Cross Wavelet Transform yang akan memunculkan fase power dan relative dalam domain frekuensi-waktu. Selanjutnya digunakan Wavelet Coherence (WTC) sehingga ditemukan coherence yang signifikan, dan memunculkan tingkat kepercayaan.
Contoh kita bisa menggunakan analisis wavelet interaktif dan dengan memasukan data time series kita bisa mengetahui hasilnya seperti contoh dibawah ini dengan menggunakan data curah hujan denpasar.dat selama tahun 1985-2006 (http://ion.researchsystems.com/IONScript/wavelet/).
Selain itu,analisis wavelet dapat digunakan untuk validasi model iklim dengan cara membandingkan secara langsung hasil observasi dengan nilai hasil keluaran model yang kita gunakan. Perbandingan ini disebut kajian interkomparison yang hasilnya berupa korelasi hasil observasi dengan keluaran model. Korelasi ini sangat penting dalam kajian kinerja model, tapi tidak dalam verifikasi model. Kelebihan menggunakan analisis wavelet dalam kajian interkomparison ini adalah ( yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan korelasi biasa):
1. Suatu proses periodik /semiperiodik dapat terlihat jelas terakomodasi tidaknya dalam suatu model
2. Perbandingan peran/porsi serta pengaruh sejumlah proses iklim terhadap suatu variabel iklim .
3. Prose-proses iklim mana saja yang harus diperbaiki dan disempurnakan


sebagai tambahan temen chat :

wakes_men: Energi Meteorologi adalah daya fluktuasi yang berasal dari angin matahari dan bumi
wakes_men: klo dr angin itu energi yang ditimbulkan oleh putaran angin puyuh,puting beliung,badai angin..
wakes_men: klo dr matahari ya bnyak kan skrg benda2 yg mengambil solar energy
wakes_men is typing...
wakes_men: kayak mobil solar energy
wakes_men: klo dr bumi ya energy yang ditimbulkan akibat adanya gempa bumi